Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menkop Dukung Benteng Van Der Wijck Jadi Pusat Budaya Dan Pariwisata Kebumen
Kamis, 27 Agustus 2026 20:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi Ferry Juliantoro mendukung revitalisasi Benteng Van Der Wijck di Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda itu dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat budaya, pariwisata, dan pendidikan.
Dukungan tersebut disampaikan Ferry saat membuka Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 dan Gombong Culture Festival di Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kebumen, Kamis (27/8/2026).
Ferry mengaku terkesan setelah melihat langsung kondisi benteng tersebut. Menurutnya, struktur bangunan masih kokoh sehingga tinggal dilakukan revitalisasi untuk mengoptimalkan nilai dan fungsi kawasan.
“Saya baru tahu betapa luar biasanya Benteng Van Der Wijck ini. Dari sisi struktur bangunan, benteng ini masih kokoh sekali. Tinggal kita sedikit merevitalisasi semua nilai dan fungsinya,” ujar Ferry.
Ferry bahkan berencana mengajak Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk melihat langsung Benteng Van Der Wijck. Ia berharap kawasan tersebut tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budaya dan pendidikan.
Menurut Ferry, pengembangan benteng juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Peningkatan kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri diyakini dapat menggerakkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Kalau semua ini berjalan, multipengaruhnya akan berdampak pada kemajuan ekonomi, sebab UMKM bergerak dengan datangnya wisatawan dari nusantara dan mancanegara,” ujarnya.
Ferry membandingkan kondisi Benteng Van Der Wijck dengan gedung di Tasikmalaya, Jawa Barat, yang menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 11-14 Juli 1947.
Ia mengatakan, dirinya bersama Fadli Zon sebelumnya mendatangi gedung tersebut untuk memperingati Kongres Koperasi Pertama sekaligus menetapkannya sebagai warisan budaya yang dilindungi.
Baca juga : Menkop Ferry Juliantono Pimpin Upacara HUT ke-81 RI
Menurut Ferry, kondisi Benteng Van Der Wijck bahkan lebih baik dari sisi bangunan sipil.
“Dibandingkan gedung tempat Kongres Koperasi Pertama di Tasikmalaya, Benteng Van Der Wijck jauh lebih baik dari sisi bangunan sipil. Jadi Menteri Fadli Zon memang harus ke sini,” ucapnya.
Ferry menilai pengembangan kawasan bersejarah seperti Benteng Van Der Wijck dapat menjadi bagian dari upaya menghubungkan sejarah, budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga menyinggung sejarah Kebumen dalam perkembangan koperasi di Indonesia.
Ia menyebut koperasi pertama di Indonesia lahir di Kebumen pada 16 Desember 1886. Koperasi tersebut didirikan Raden Aria Wiraatmadja dalam bentuk bank simpan pinjam untuk membantu pegawai negeri dan kaum priyayi pribumi terbebas dari jeratan bunga tinggi rentenir.
Berangkat dari sejarah tersebut, Ferry mendorong organisasi Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas membentuk koperasi. Koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk berkembang, termasuk membuka peluang menembus pasar ekspor.
Untuk mempercepat pembentukan koperasi tersebut, Ferry menyatakan memberikan bantuan pribadi sebesar Rp100 juta.
“Demi mempercepat pembentukan Koperasi IWAKK Walet Emas, secara pribadi saya membantu sebesar Rp100 juta. Selain itu agar istri saya yang asli Kebumen tambah sayang,” kata Ferry yang disambut tawa.
Ferry menilai penyelenggaraan KTM 2026 dan Gombong Culture Festival sejalan dengan program Kementerian Koperasi. Kegiatan tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan koperasi, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, dan ekonomi kerakyatan.
Baca juga : Menkop Resmikan Pabrik Sawit Percontohan Milik Koperasi Di Musi Banyuasin
Ketua Panitia KTM dan Gombong Culture Festival 2026 Wahid Supriyadi mengatakan, kegiatan tersebut berawal dari keinginan untuk mengembangkan potensi daerah sekaligus memperkenalkan Kebumen kepada masyarakat Indonesia dan dunia.
Wahid, yang merupakan warga asli Kebumen sekaligus diplomat senior, mengatakan gagasan tersebut terinspirasi dari pengalamannya menggelar berbagai festival Indonesia di luar negeri.
“Setelah bertahun-tahun menggelar festival di luar negeri, saatnya saya ingin membangun daerah saya, Kebumen berkembang dan dikenal baik oleh kalangan nusantara maupun mancanegara dengan acara seperti KTM dan Gombong Culture Festival ini. Jadi saya turun gunung,” ujarnya.
Menurut Wahid, gagasan awal festival berasal dari Rike Sumangkut, pegiat event organizer di bidang pariwisata. Gagasan itu kemudian dikembangkan melalui diskusi dan riset mengenai berbagai potensi yang dimiliki Kebumen.
Panitia juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk BUMN dan sektor swasta.
Ke depan, Wahid mengusulkan kegiatan tahunan bagi warga Kebumen yang berada di perantauan dengan konsep “Pulang Kampung”.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai budaya, pariwisata, UMKM, hingga peluang ekspor. Konsep tersebut juga diharapkan dapat menggantikan dua kegiatan besar IWAKK yang selama ini digelar di Jakarta.
“Pulang Kampung nantinya menjadi ajang pertukaran ide, budaya, pariwisata, dan ekonomi, baik UMKM maupun ekspor. Tujuannya membangun Kebumen,” jelasnya.
Bupati Kebumen Lilis Suryani mengapresiasi penyelenggaraan KTM dan Gombong Culture Festival 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut turut memperkenalkan Gombong dan Kebumen kepada masyarakat yang lebih luas.
Baca juga : Meneguhkan Kedaulatan Ekonomi Bangsa Melalui Pengusaha Nasional
Ia juga menilai peran IWAKK penting dalam menghubungkan warga Kebumen yang berada di perantauan dengan daerah asal.
Lilis berharap kegiatan tersebut dapat membuka akses lebih luas bagi pengembangan pariwisata, budaya, ekonomi, dan ilmu pengetahuan di Kebumen.
“Jejaring bapak-ibu yang sangat luar biasa hingga mampu melaksanakan acara ini membuktikan kecintaan yang tinggi pada daerah kelahiran yakni Kebumen. Karena itu Pemkab Kebumen akan membuka dan mendukung kolaborasi sinergis demi kemajuan masyarakat Kebumen,” ujarnya.
Sementara itu, dukungan terhadap revitalisasi Benteng Van Der Wijck juga disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Akhiruddin Darodjat.
Ia mengapresiasi pelaksanaan KTM dan Gombong Culture Festival yang digelar di kawasan benteng yang saat ini dikelola TNI.
Akhiruddin mengatakan, pihaknya terbuka terhadap kolaborasi untuk merevitalisasi Benteng Van Der Wijck dengan tetap memperhatikan kaidah dan prinsip kesejarahannya.
Menurutnya, benteng tersebut merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Kebumen karena memiliki bentuk segi delapan dan kondisi bangunan yang masih kokoh.
“Ini kebanggaan warga Kebumen memiliki benteng segi delapan yang masih kokoh. Karena itu kami membuka ruang yang lebar untuk kolaborasi guna lebih meningkatkan peran dan manfaat benteng bagi kesejahteraan rakyat, terutama generasi muda,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya