Dark/Light Mode

Hotspot Kalbar-Kalteng Naik Lagi, Menhut Perkuat Penanganan

Rabu, 2 September 2026 15:37 WIB
Foto: Kemenhut.
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tren titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali meningkat setelah sebelumnya menunjukkan penurunan.

Kondisi tersebut membuat kedua provinsi menjadi prioritas utama penanganan karhutla secara nasional.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan peningkatan hotspot di kedua wilayah itu perlu segera direspons melalui penguatan koordinasi dan langkah mitigasi bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Setelah kemarin semua enam provinsi yang prioritas trennya turun, namun hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang meningkat. Artinya, prioritas utama sekarang ini secara nasional tetap Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,” kata Raja Juli seusai meninjau penanganan karhutla di Jambi, Rabu (2/9/2026).

Baca juga : Asap Karhutla Tembus Filipina

Raja Juli mengatakan, dirinya bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto akan bertolak ke Pontianak untuk memperkuat kembali koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Kalbar.

Pertemuan tersebut akan melibatkan Gubernur Kalbar, Kapolda, dan Pangdam untuk mengevaluasi kondisi terkini sekaligus menyusun langkah mitigasi karhutla.

“Oleh karena itu besok, kami ke Pontianak untuk bertemu kembali dengan seluruh stakeholder yang ada, dengan Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam ya, merapatkan barisan kembali, melakukan evaluasi sekaligus membuat rencana apa yang bisa kita lakukan untuk mitigasi,” ujarnya.

Menurut Raja Juli, koordinasi tersebut diperlukan untuk kembali menekan angka hotspot maupun fire spot yang telah diverifikasi.

Baca juga : Karhutla Ancam Satwa Langka, Habitat Rusak-Konflik dengan Manusia Meningkat

“Dan memastikan kembali, mendorong kembali agar angka baik itu apa namanya hotspot maupun fire spot yang sudah diverifikasi dapat turun. Jadi dua itu ya yang masih jadi masalah,” katanya.

Raja Juli juga mengingatkan seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi karhutla.

Menurutnya, puncak fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada September sehingga pencegahan dan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Kehutanan per cut off 1 September, jumlah hotspot di sejumlah provinsi prioritas mengalami peningkatan.

Baca juga : RedDoorz Salurkan Bantuan Rp25 Juta untuk Korban Bencana NTT Dan Kalimantan

Di Kalbar, jumlah hotspot meningkat dari 273 menjadi 859 titik. Sementara di Kalteng naik dari 253 menjadi 623 titik.

Peningkatan juga terjadi di Sumatera Selatan, dari 20 menjadi 89 titik, serta Kalimantan Selatan dari 22 menjadi 73 titik. Di Jambi, hotspot naik dari 0 menjadi 4 titik, sedangkan Riau masih bertahan di angka 0 titik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.