Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPDP Perkuat Sinergi Pemkab untuk Percepat Program Perkebunan Rakyat
- Marc Klok dan Beckham Berjaya di Kompetisi Asia
- Persija Langsung Hadapi Borneo dan Persib di 2 Laga Awal
- Jaksa Siapkan 303 Saksi di Kasus Kuota Haji, Vonis Yaqut Desember 2026
- BNN Dorong Ketamin Masuk Narkotika Usai Sita 800 Kg di Natuna
Tinjau Karhutla di Ogan Ilir, Menhut Pantau Pemadaman Water Bombing
Senin, 31 Agustus 2026 22:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terlihat dari ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) KM 366 saat Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli meninjau langsung penanganan Karhutla di Desa Ibul Besar 1, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026).
Peninjauan dilakukan Raja Juli bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru untuk melihat langsung proses pemadaman di lokasi.
Saat peninjauan berlangsung, upaya pemadaman dilakukan melalui operasi water bombing serta pemadaman darat yang melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan Daops Sumatera XIV-Banyuasin, TNI, Polri, dan BNPB.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla di Palembang, Raja Juli meminta potensi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dimaksimalkan.
Baca juga : MADN Ajak Warga Dayak Jaga Kalimantan di Tengah Ancaman Karhutla
Menurutnya, OMC menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan bersama dengan water bombing dan pengerahan pasukan darat untuk menangani Karhutla.
“Karena bagaimanapun yang paling efektif ini memang OMC. Operasi Modifikasi Cuaca. Di mana pun ada potensi awan dimaksimalkan,” ujar Raja Juli.
Berdasarkan laporan BMKG, wilayah Sumatera Selatan masih memiliki potensi pertumbuhan awan hingga 3 September 2026.
Karena itu, Raja Juli meminta potensi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan OMC. Ia juga memastikan operasional bandara tetap dibuka sejak pagi hingga malam hari.
Baca juga : Menhut: 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla
Hal itu dilakukan agar proses OMC dapat dilaksanakan kapan pun ketika terdapat potensi awan yang mendukung.
Selain mengoptimalkan teknologi modifikasi cuaca, Kementerian Kehutanan juga memperkuat personel yang bertugas menangani Karhutla.
Raja Juli mengatakan, penguatan dilakukan melalui penugasan sekitar 1.000 personel lebih dengan mekanisme bantuan kendali operasi (BKO).
Penambahan personel tersebut diharapkan dapat membantu pekerjaan pendukung di lapangan sekaligus mengantisipasi kelelahan pasukan yang selama ini bertugas menangani Karhutla.
Baca juga : Karhutla Gambut Londerang Terkendali, Gubernur Jambi & Pangdam Apresiasi Satgas
Upaya penanganan Karhutla di Ogan Ilir pun dilakukan secara terpadu melalui kombinasi pemadaman dari udara dan darat guna mempercepat pengendalian api serta mencegah meluasnya kebakaran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya