Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- Garudayaksa FC Vs Persik, Duel Sengit Dua Tim Berambisi Bangkit
- INFOBRAND FORUM 2026 Bedah Perubahan Perilaku Konsumen Era Digital
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
9 Fakta Karhutla Hari Ini: Hotspot Naik 174, Kalteng Terbanyak, Kalbar Anjlok
Jumat, 11 September 2026 17:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas.
Data terbaru menunjukkan penambahan jumlah hotspot high confidence dari 395 menjadi 569, atau bertambah 174.
Berikut laporan lengkap hasil pemantauan Kemenhut per Kamis (10/9/2026) pukul 21.05 WIB, berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20:
1. Hotspot High Confidence Bertambah 174
Secara nasional, terdeteksi 569 hotspot high confidence pada 10 September 2026, atau naik 174 titik dibanding total hotspot high confidence pada 9 September 2026, yang tercatat 395 titik.
2. Hotspot Kalteng Terbanyak
Kalimantan Tengah tercatat sebagai provinsi yang paling banyak memiliki hotspot high confidence, dibanding enam provinsi prioritas lainnya. Totalnya ada 96.
Di bawah Kalteng, terdapat Kalimantan Barat (Kalbar) 39 titik, Sumatera Selatan (Sumsel) 34 titik, Riau 18 titik, Kalimantan Selatan (Kalsel) 9 titik, dan Jambi 2 titik.
3. Hotspot Kalbar Turun Tajam
Baca juga : Lima Bayi Orangutan Ditemukan di India, Pemerintah RI Upayakan Repatriasi
Hotspot high confidence di Kalimantan Barat (Kalbar) turun tajam dari 134 pada Kamis (10/9/2026) menjadi 39 pada Jumat (11/9/2026).
4. Kemenhut Aktif Padamkan Karhutla
Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta para pihak lainnya terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, serta pendinginan pada lokasi yang masih berpotensi mengalami penyalaan kembali.
5. Sebanyak 53 Armada Udara Disiagakan
Pemerintah tetap menyiagakan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di Riau, Jambi, Sumsel, Kalsel, Kalteng, dan Kalbar.
Dari total tersebut, sebanyak 34 armada digunakan untuk operasi water bombing, sementara 19 armada lainnya digunakan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Pengerahan armada udara dilakukan berdasarkan hasil pemantauan hotspot, verifikasi kondisi lapangan, perkembangan kebakaran, serta kondisi meteorologis.
6. Operasi Modifikasi Cuaca Disiagakan
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tetap disiagakan untuk memanfaatkan potensi awan yang memenuhi persyaratan, guna membantu pembasahan lahan dan mendukung operasi pengendalian.
7. Perhatian Pada Ekosistem Gambut
Baca juga : Kemenhut Serius Tindaklanjuti Penemuan 5 Bayi Orangutan di India
Khusus pada ekosistem gambut, pembasahan dan pendinginan terus menjadi perhatian, karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api tidak lagi terlihat.
8. Kualitas Udara Sumatera & Kalimantan Buruk
Berdasarkan pemantauan PM2,5, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori kualitas udara baik hingga sedang. Namun, sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan pada sebagian area di Kalimantan terpantau kategori berbahaya.
Kondisi kualitas udara menjadi salah satu indikator yang terus dipantau selain hotspot dan kondisi api di lapangan.
Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan dampak asap terhadap masyarakat, sekaligus menjadi bahan dalam menentukan prioritas operasi pengendalian.
9. Jarak Pandang Pontianak 1,2 Km
Berdasarkan pengamatan meteorologi penerbangan BMKG pada 10 September 2026 pukul 10.00 WIB, asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah wilayah prioritas.
Pontianak tercatat memiliki jarak pandang sekitar 1,2 kilometer dengan kondisi berasap, Palangka Raya sekitar 3 kilometer berasap, dan Jambi sekitar 2 kilometer berasap. Sementara Pekanbaru memiliki jarak pandang sekitar 6 kilometer dengan kondisi cerah berawan, dan Palembang 10 kilometer atau lebih dengan kondisi cerah berawan.
Baca juga : Wapres Gibran Didampingi Menhut Tinjau Penanganan Karhutla Kalbar
Di Banjarmasin, pengamatan pukul 11.00 WITA menunjukkan jarak pandang 10 kilometer atau lebih dengan kondisi cerah berawan.
Kondisi di Pontianak dan Palangka Raya masih perlu menjadi perhatian karena jarak pandang terpantau terbatas dan disertai kondisi berasap.
Namun, jarak pandang bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, kelembapan, hujan, serta perkembangan kebakaran di lapangan.
Kementerian Kehutanan bersama seluruh pihak terkait terus melakukan pemantauan terpadu terhadap hotspot, kondisi kebakaran di lapangan, kualitas udara, cuaca, curah hujan, sebaran asap, dan jarak pandang sebagai dasar menentukan prioritas operasi berikutnya.
Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.
Laporan dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko [email protected].
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya