Dark/Light Mode

Presiden Minta Perusahaan Terlibat Karhutla Dilaporkan, Apa Dampaknya?

Daniel Johan: Langkah Baik Dan Harus Ditindaklanjuti

Jumat, 11 September 2026 07:10 WIB
Daniel Johan, Anggota Komisi IV DPR. Foto: IG PRIBADI
Daniel Johan, Anggota Komisi IV DPR. Foto: IG PRIBADI

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto meminta Polri melakukan penegakan hukum terhadap korporasi yang terbukti terlibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Termasuk yang diduga membuka lahan perkebunan dengan cara membakar.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam yang dipantau secara daring dari Jakarta, Senin (7/9/2026). Presiden juga meminta identitas korporasi yang diduga terlibat ditelusuri dan dilaporkan kepadanya.

"Saya tertarik juga ya, itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi, ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi. Tapi tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya," tegas Prabowo.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaporkan, Polri telah menetapkan 138 tersangka dalam penanganan karhutla dari 200 laporan polisi yang diterima. Sebanyak 119 orang diduga melakukan pembakaran secara sengaja dan 19 lainnya karena kelalaian.

Baca juga : Eva: Saya Sudah Minta BPS Periksa Proses Pendataannya

Selain itu, Polri sedang memproses hukum delapan korporasi. Kepolisian juga mendalami 18 perusahaan yang dikenai sanksi pembekuan izin dan 42 perusahaan yang izinnya dicabut untuk mengetahui kemungkinan adanya unsur pidana.

Prabowo juga meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, serta Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) mendalami dugaan keterlibatan korporasi dalam karhutla.

"Kalau perlu, kita segera cabut semuanya. Semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya dan sebagainya. Ini sudah kelewatan dan saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," tuturnya.

Presiden juga menekankan pentingnya mengusut kepemilikan korporasi yang diduga terlibat agar penegakan hukum tidak berhenti pada pelaku di lapangan.

Baca juga : Wapres Minta Modifikasi Cuaca Dimaksimalkan

Dalam rapat tersebut, Prabowo mengatakan Pemerintah terus memperkuat penanganan berbagai bencana, termasuk banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera, gempa di Nusa Tenggara Timur, karhutla, serta erupsi gunung berapi.

Khusus penanganan karhutla, Prabowo meminta Pemerintah memperkuat perencanaan dengan mengutamakan mitigasi dan pencegahan, bukan hanya bertindak setelah kebakaran terjadi.

Dia meminta Pemerintah memperbanyak sarana penanganan karhutla, termasuk helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, dan peralatan lain yang dibutuhkan agar kesiapsiagaan dapat ditingkatkan sebelum kebakaran terjadi.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan menilai langkah Presiden meminta data korporasi yang terlibat karhutla sudah tepat. Menurut dia, keinginan Presiden jangan hanya sebatas instruksi semata.

Baca juga : Bappenas Perkuat Kapasitas Perumusan Kebijakan Nasional

"Penindakan sering berhenti di pelaku lapangan, sementara pemilik modal di baliknya lolos," ungkap politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada Rakyat Merdeka, Rabu (9/9/2026).

Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Boy Jerry Even Sembiring mengatakan, Presiden sebaiknya tidak sekadar mengetahui perusahaan mana saja yang terlibat. Namun, kata dia, Presiden harus menyampaikan komitmen untuk melakukan proses penegakan hukum dan evaluasi menyeluruh.

"Proses ini harus dilakukan secara terbuka, membuka identitas perusahaan dan tidak dilakukan secara pandang bulu, termasuk apabila ada perusahaan yang terafiliasi dengan istana, kerabat istana, dan penguasa," tegas Boy saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).

Untuk mengetahui pandangan Daniel Johan mengenai langkah Presiden yang meminta laporan identitas korporasi yang terlibat kebakaran hutan dan lahan, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor