Dark/Light Mode

PKN Polri Pelajari Cara Gianyar Bali Kembangkan Pariwisata Dan IKM

Kamis, 17 September 2026 17:29 WIB
Peserta PKN Tingkat II Angkatan XXVI Lemdiklat Polri berfoto bersama saat visitasi lapangan dan pembelajaran kepemimpinan strategis di Kabupaten Gianyar, Bali.
Peserta PKN Tingkat II Angkatan XXVI Lemdiklat Polri berfoto bersama saat visitasi lapangan dan pembelajaran kepemimpinan strategis di Kabupaten Gianyar, Bali.

RM.id  Rakyat Merdeka - Peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVI Tahun 2026 Pusdikmin Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri mempelajari pengelolaan pariwisata dan industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Gianyar, Bali.

Pembelajaran dilakukan melalui visitasi lapangan pada 8 September 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung pengelolaan potensi daerah serta hubungan antara pariwisata, IKM, dan perdagangan.

Kelompok IV PKN Tingkat II Angkatan XXVI terdiri dari 15 peserta dari berbagai instansi. Sebagian besar berasal dari satuan kerja Polri, serta satu peserta dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Dalam visitasi tersebut, peserta berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar dan mendapatkan pemaparan mengenai perkembangan sektor pariwisata serta IKM. Kegiatan juga diisi dengan kunjungan lapangan untuk melihat potensi ekonomi daerah secara langsung.

Visitasi ini tidak sekadar menjadi kegiatan kunjungan. Peserta juga mempelajari praktik pengelolaan daerah, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Baca juga : Persija Jakarta Siap Hadapi Java United di Bali

Berdasarkan pemaparan Pemerintah Kabupaten Gianyar, jumlah pelaku IKM di daerah tersebut mencapai 6.988 pada 2025. Jumlah itu terdiri atas 1.940 IKM Agro dan 5.048 IKM Aneka.

Gianyar memiliki beragam produk unggulan, antara lain kerajinan perak Celuk, tenun endek, kerajinan kayu dan bambu, produk herbal, serta kuliner khas daerah. Produk tersebut telah dipasarkan hingga tingkat nasional dan internasional.

Potensi industri lokal tersebut didukung sektor pariwisata yang terus berkembang. Kunjungan wisatawan ke sejumlah daya tarik wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Gianyar meningkat dari 1.249.214 kunjungan pada 2023 menjadi 1.569.576 kunjungan pada 2025.

Sejumlah destinasi yang menjadi daya tarik wisata Gianyar antara lain Ubud, Tegallalang, Tirta Empul, dan Goa Gajah.

Namun, besarnya jumlah wisatawan belum sepenuhnya memberikan nilai tambah yang sebanding bagi pelaku IKM lokal. Salah satu tantangannya adalah membangun hubungan yang lebih kuat antara aktivitas pariwisata dengan produk lokal serta perdagangan.

Baca juga : Polri Didorong Perkuat Pengawasan Alih Fungsi Lahan Sawah

Karena itu, Kelompok IV menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat keterhubungan tersebut. Rekomendasi antara lain membentuk kelompok kerja yang melibatkan berbagai perangkat daerah serta menyederhanakan aturan mengenai penempatan produk IKM di destinasi wisata.

Peserta juga mengusulkan integrasi data pelaku IKM dengan data kunjungan wisatawan. Langkah ini dapat membantu pemerintah melihat peluang pasar dan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

Rekomendasi lainnya adalah pengembangan paket wisata berbasis kerajinan, pembiayaan mikro bagi IKM yang berkaitan dengan pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, regenerasi perajin, serta percepatan standardisasi produk.

Melalui pendekatan tersebut, pariwisata diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk-produk lokal.

Keterhubungan pemerintah, pelaku IKM, sektor pariwisata, dan perdagangan dinilai penting untuk membangun rantai ekonomi lokal yang lebih kuat. Dengan demikian, pertumbuhan pariwisata dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Baca juga : Korlantas Tegaskan Isu Razia Pajak Kendaraan ke Rumah Warga Hoaks

Bagi peserta PKN Tingkat II, visitasi di Gianyar juga menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan strategis. Pengamatan langsung, dialog, pemaparan data, dan penyusunan rekomendasi menjadi bahan untuk memahami cara menyelesaikan persoalan pembangunan secara terpadu.

Kelompok IV berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat kemampuan peserta dalam melihat persoalan dari berbagai perspektif kelembagaan serta menyusun solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.