Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 3 Debutan Tunggal Putra Indonesia Siap Tampil di Asian Games 2026
- Gempa Darat M2,7 Guncang Bandung, Kedalaman 4 Km
- Jadi Player of the Match, Teja Dedikasikan Kemenangan Persib Buat Bobotoh
- Dilarang Ikut Tes Pirelli, Quartararo Sempat Ogah Bantu Yamaha
- Barcelona-Atletico Menang Telak, Puncak Klasemen Makin Ketat
Kemendikdasmen Kirim 20 Talenta Vokasi Indonesia Ke WorldSkills Shanghai
Kamis, 17 September 2026 14:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 20 talenta vokasi Indonesia siap berlaga dalam WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai, Tiongkok. Mereka akan beradu keterampilan dengan talenta terbaik dari lebih dari 80 negara.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) secara resmi melepas kontingen Indonesia dalam acara yang digelar di Plaza Insan Berprestasi Kemdikdasmen, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Pelepasan ini menjadi penanda dimulainya perjuangan kontingen Indonesia menuju ajang kompetisi keterampilan terbesar di dunia itu. Kontingen Indonesia tahun ini terdiri atas 20 kompetitor dan 17 expert yang akan bertanding pada 17 bidang keahlian.
Para kompetitor merupakan murid dan alumni SMK serta talenta pilihan dari berbagai institusi mitra industri yang telah menjalani pelatihan intensif selama berbulan-bulan.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan, persiapan kontingen tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Para peserta juga ditempa dari sisi mental, kedisiplinan, integritas, dan kemampuan bekerja dengan standar internasional.
Baca juga : 20 Talenta Muda Siap Beri Hasil Terbaik Buat Bangsa
"Mereka berangkat bukan sekadar membawa koper, melainkan membawa nama besar Indonesia. Mereka ditempa secara teknis, mental, dan disiplin tinggi dengan standar dunia," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).
Dikatakan Tatang, target keikutsertaan Indonesia tidak semata-mata mengejar medali. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi talenta vokasi Indonesia untuk memperoleh pengalaman, mengenal perkembangan teknologi, sekaligus mengukur kemampuan mereka dengan standar global.
"Target kita bukan hanya pulang membawa medali, tetapi juga membawa pengalaman, teknologi, dan standar global untuk memajukan pendidikan vokasi di tanah air," sebutnya.
Pesan ini disampaikan dalam prosesi pelepasan kontingen. Para peserta diminta menjadikan kompetisi sebagai momentum untuk menunjukkan karakter talenta vokasi Indonesia.
Mental juara, menurut Kemdikdasmen, tak hanya tercermin dari hasil akhir pertandingan, tetapi juga dari kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, dan sportivitas.
Baca juga : 20 Jagoan SMK Indonesia Siap Berlaga Di WorldSkills Shanghai 2026
Terlebih, WSC bukan sekadar kompetisi keterampilan. Ajang tersebut menjadi arena untuk menguji sejauh mana kemampuan tenaga muda suatu negara mampu memenuhi standar kompetensi dunia kerja.
Karena itu, keberangkatan kontingen Indonesia juga tidak lepas dari dukungan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Sejumlah mitra seperti Astra, Denso, Djarum Foundation, KAI, politeknik, universitas, hingga kementerian terkait turut terlibat dalam penguatan persiapan kontingen.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi. Sebab, perkembangan keterampilan dan teknologi di dunia kerja berlangsung cepat.
Pendidikan vokasi dituntut tak berhenti pada penguasaan teori, tetapi harus mampu menyiapkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
WorldSkills Competition Shanghai 2026 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengukur capaian pendidikan vokasi di tingkat global. Lebih dari 80 negara dijadwalkan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Keikutsertaan Indonesia sekaligus diharapkan menghasilkan capaian yang lebih baik dibanding partisipasi sebelumnya di Lyon, Prancis.
Baca juga : Pemulihan Pendidikan di NTT, 187 Bantuan Revitalisasi dan 672 RKS Mulai Berjalan
Namun, hasil kompetisi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Pengalaman peserta selama mengikuti kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan pendidikan vokasi di dalam negeri.
Termasuk dalam penyelarasan kurikulum, metode pembelajaran, penguasaan teknologi, hingga standar kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Dengan demikian, 20 kompetitor yang berangkat ke Shanghai tidak hanya membawa misi untuk menunjukkan kemampuan individu. Mereka juga membawa gambaran tentang kualitas talenta vokasi Indonesia di tengah persaingan global.
Pelepasan kontingen berlangsung dalam suasana penuh semangat. Prosesi pemasangan jaket kontingen dan pengukuhan menjadi bagian dari acara. Para peserta juga membacakan ikrar integritas dan sportivitas, mencium Sang Saka Merah Putih, serta mengikuti doa bersama.
Dari Jakarta, mereka membawa satu pesan utama: tampil maksimal dan menjaga nama Indonesia. Medali tentu menjadi target. Namun, lebih dari itu, panggung Shanghai menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa talenta vokasi Indonesia mampu berdiri sejajar dengan talenta dari berbagai negara di dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya