Dark/Light Mode

Menhut dan Kepala BNPB Berkantor di Kalteng, Kawal Penanganan Karhutla

Senin, 21 September 2026 21:52 WIB
Foto: Kemenhut.
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat pengawalan langsung pemerintah.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalteng di tengah kondisi kabut asap dan belum turunnya hujan selama sekitar sepekan terakhir.

“Kami berdua juga yang tadinya hanya berkunjung kembali memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalimantan Tengah,” kata Suharyanto di Kalteng, Senin (21/9/2026).

Suharyanto menjelaskan, luas lahan yang terbakar sebelumnya mencapai sekitar 180 hektare. Satgas darat mampu memadamkan sekitar 150 hektare dalam sehari sehingga tersisa sekitar 30 hektare yang masih dalam proses pemadaman.

Namun, penanganan belum selesai karena titik kebakaran baru masih muncul setiap hari. Selain itu, lahan gambut yang telah dipadamkan juga berpotensi kembali terbakar.

Baca juga : Menhut Cabut Izin 5 Perusahaan Seluas 92.464 Hektare Gara-gara Karhutla

Di sisi lain, kabut asap masih menjadi tantangan karena belum ada teknologi yang dapat langsung menghilangkan asap.

Menurut Suharyanto, terdapat dua faktor yang dapat membantu mengurai kabut asap, yakni angin dan hujan. Pemerintah pun mengupayakan turunnya hujan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Satu pesawat OMC yang sebelumnya berada di Bandara Cilik Riwut tidak dapat beroperasi karena jarak pandang atau visibility yang rendah.

Untuk mengatasi kendala tersebut, mulai malam berikutnya operasi OMC akan dilakukan dari Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan potensi hujan berdasarkan prediksi BMKG.

Baca juga : Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel untuk Padamkan Karhutla

Suharyanto mengatakan keputusan berkantor di Kalteng dilakukan untuk mengawal upaya penanganan hingga OMC berhasil dan hujan turun.

“Supaya sampai dengan nanti operasi modifikasi cuacanya berhasil, hujan turun, paling tidak sedikit membantu terbukanya cuaca yang sekarang dipenuhi oleh kabut asap,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menhut Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah terus memaksimalkan potensi awan hujan yang ada.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat.

“Kita akan maksimumkan segala potensi yang ada, karena ini juga perintah Bapak Presiden agar dampak karhutla terhadap masyarakat dapat diminimalisir,” ujar Raja Juli Antoni.

Baca juga : Ke Way Kambas Bareng Dubes Norwegia, Menhut Pastikan Kesiapan Mitigasi Karhutla

Selain penanganan di lapangan, Raja Juli Antoni sebelumnya juga mencabut lima izin perusahaan terkait karhutla. Ia berharap pencabutan izin tersebut dapat memberikan efek jera.

“Ini juga sesuai perintah Bapak Presiden, penegakan hukum yang tidak pandang bulu, tidak hanya tajam pada yang kecil tapi juga tajam ke atas. Oleh karena itu berharap ini menjadi efek jera pada seluruh perusahaan lain yang berada di bawah Kementerian Kehutanan,” ujar Menhut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.