Dark/Light Mode

Perguruan Tinggi & Sekolah Harus Satu Ekosistem untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Minggu, 4 Oktober 2026 15:50 WIB
Foto: Kemendikdasmen.
Foto: Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterhubungan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar serta menengah.

Perguruan tinggi, khususnya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), dinilai perlu menjadi bagian dari ekosistem pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas guru dan pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menghadiri Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Jumat (2/10/2026). 

Abdul Mu’ti mengatakan, pendidikan tinggi dan pendidikan dasar serta menengah merupakan satu ekosistem yang saling bergantung, mengisi, dan memperkuat.

“Ketika kita berbicara ekosistem, kita berbicara mengenai saling ketergantungan dan saling mengisi, saling memperkuat antara satu dengan yang lainnya,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, kualitas guru tidak terlepas dari kualitas perguruan tinggi yang menghasilkan tenaga pendidik. Guru yang berkualitas pada akhirnya akan berkontribusi terhadap lahirnya peserta didik yang berkualitas.

“Kalau kita ingin memiliki guru yang berkualitas, kuncinya adalah perguruan tinggi yang menghasilkan para guru. Dan guru yang berkualitas akan menghasilkan murid-murid yang berkualitas,” tuturnya.

Baca juga : Komisi X DPR Usulkan Kebijakan Pendidikan Gratis Berkeadilan

Karena itu, Abdul Mu’ti mengajak perguruan tinggi dan satuan pendidikan tidak saling menyalahkan ketika menghadapi berbagai persoalan pendidikan. Sebaliknya, berbagai persoalan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama.

“Tidak ada ruang untuk kita saling menyalahkan. Tetapi berbagai permasalahan yang kita hadapi adalah peluang untuk kita saling memperkuat, saling bekerja sama antara satu dengan yang lainnya,” tuturnya. 

Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) I Wayan Lasmawan menegaskan, LPTK memiliki posisi penting dalam ekosistem pendidikan, terutama dalam menjawab tantangan terkait kualitas dan profesionalisme guru.

“Di sini LPTK sebagai jantung dari ekosistem pendidikan kita yang mampu mengambil peran yang jelas dan tegas, tidak semata-mata bisa menjerit mengatakan bahwa itu ada masalah, tapi bagaimana kita hadir mampu memecahkan masalah itu secara bersama-sama,” ucap Lasmawan.

Lima Kebijakan Pendidikan

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti memaparkan lima kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang membutuhkan dukungan perguruan tinggi, khususnya LPTK.

Pertama, pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai pendekatan akademik untuk menjawab berbagai persoalan pembelajaran, termasuk schooling without learning dan attention span.

“Kebijakan kami yang merupakan prioritas Kemendikdasmen adalah pembelajaran mendalam sebagai solusi yang bersifat akademik terhadap masalah akademik yang kita hadapi,” jelasnya.

Baca juga : Muzani Tinjau Kampung Nelayan Dan Sekolah Rakyat Di Kabupaten Natuna

Kedua, penguatan pendidikan karakter melalui bimbingan dan konseling. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik secara lebih humanis dengan mengedepankan pendampingan.

“Kami berusaha agar persoalan karakter pembentukannya diperkuat dengan pendekatan yang lebih humanis, yang lebih mengedepankan pendampingan kepada para murid,” ujarnya.

Ketiga, penguatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Abdul Mu’ti mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia yang mampu mengolah kekayaan alam menjadi produk bernilai ekonomi melalui penguasaan sains dan teknologi.

“Dan karena itu tentu kami memerlukan lebih banyak lagi guru-guru yang mahir dalam mengajarkan STEM. Selain itu, sekarang ada kebijakan namanya STEM 5M yaitu STEM yang mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful,” jelasnya.

Keempat, Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib yang akan mulai diajarkan pada tahun akademik 2027–2028, mulai kelas 3 SD.

Kemendikdasmen juga melatih guru kelas agar mampu mengajarkan Bahasa Inggris pada basic skills of learning English dengan pendekatan komunikatif dan menyenangkan.

“Selain itu, Kemendikdasmen juga melatih guru kelas untuk mampu mengajarkan Bahasa Inggris pada basic skills of learning English yang mengedepankan pendekatan komunikatif dan menggembirakan,” jelasnya.

Baca juga : Pertebal Karakter Anak Bangsa Melalui Penguatan Pendidikan Pancasila

Kelima, koding dan kecerdasan artifisial (AI) yang akan diajarkan mulai kelas 5 SD hingga jenjang pendidikan menengah.

“Koding dan AI bisa diajarkan mulai kelas 5 SD dan seterusnya sampai tingkat SLTA,” tutur Abdul Mu'ti.

Penerapan berbagai kebijakan tersebut membutuhkan peningkatan kapasitas guru. Karena itu, perguruan tinggi diharapkan mengambil peran lebih besar dalam penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kompetensi guru.

“Forum ini kami ingin mendapatkan dukungan dari Bapak-Ibu pimpinan perguruan tinggi agar guru kami lebih berkualitas. Maka berbagai banyak pelatihan juga tentu harus dilaksanakan,” tegas Abdul Mu’ti.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto juga menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dengan pendidikan dasar dan menengah dalam membangun talenta unggul Indonesia.

“Pada pendidikan tinggi, sains, dan teknologi bersama-sama dengan Pak Mendikdasmen pada pendidikan dasar menengah memberikan dorongan yang luar biasa kepada melahirkan talenta-talenta unggul di Indonesia. Kami ingin pendidikan berdampak, riset dan inovasi kita juga kuat, dan tentunya pengabdian yang bisa memberikan dampak yang besar,” ucap Brian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.