Dark/Light Mode

Belajar dari WorldSkills Shanghai, Ketika Skill Menjadi Bahasa Dunia

Sabtu, 26 September 2026 14:54 WIB
Didik Suhardi, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Kemendikdasmen di WorldSkills Competition (WSC) 2026 di Shanghai, China.
Didik Suhardi, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Kemendikdasmen di WorldSkills Competition (WSC) 2026 di Shanghai, China.

RM.id  Rakyat Merdeka - Suara mesin, ketukan alat kerja, layar komputer yang dipenuhi kode, hingga percakapan lembut seorang peserta dengan “pasien” lansia menghadirkan wajah yang sangat beragam di WorldSkills Competition ke-48 di Shanghai.

Di satu sisi, anak-anak muda bekerja dengan mesin industri berukuran besar. Beberapa langkah dari sana, peserta lain duduk serius menghadapi sistemcloud dan keamanan siber.

Di bagian lain, bata disusun dengan presisi, pakaian dijahit, bunga dirangkai, dan pelayanan kepada lansia disimulasikan dengan penuh perhatian. Sekitar 1.400 kompetitor dari berbagai negara dan wilayah hadir di Shanghai untuk menguji keterampilan mereka dalam 64 bidang kompetisi.

Mereka datang dengan bahasa, budaya, dan sistem pendidikan yang berbeda. Namun, ketika berada di depan mesin, komputer, alat kerja, atau melayani seseorang, mereka seperti berbicara dalam bahasa yang sama: keterampilan.

Di Shanghai, saya semakin melihat bahwa WorldSkills bukan semata-mata kompetisi untuk mencari siapa yang paling terampil dan membawa pulang medali.

Baca juga : Mansur: Belum Ada Kebijakan Khusus Bagi Guru Swasta

WorldSkills adalah sebuah laboratorium besar yang memperlihatkan bagaimana tren pekerjaan berubah dan kompetensi seperti apa yang semakin dibutuhkan dunia.

Batas Kompetensi Kian Kabur

Salah satu pemandangan menarik terlihat pada kompetisiIndustry 4.0. Dua peserta bekerja sebagai satu tim: seorangautomation engineer berkolaborasi dengannetwork engineer. Pemandangan sederhana itu menggambarkan perubahan besar dalam industri.

Otomatisasi tidak lagi dapat dipisahkan dari jaringan. Mesin terhubung dengan data. Perangkat keras bertemu perangkat lunak. Seorang teknisi tidak cukup hanya mampu mengoperasikan peralatan; ia juga harus memahami sistem dan mampu bekerja dengan orang yang memiliki keahlian berbeda.

Hal serupa terlihat dalamIndustrial Mechanics. Peserta harus menguasai pemesinan, pengelasan, perawatan, hingga perakitan dengan tingkat presisi tinggi.

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Nasib Guru Swasta Kerap Dipinggirkan

Sementara itu, dalam Rail Vehicle Technology, peserta dituntut mampu melakukan pekerjaan presisi sekaligus mendiagnosis dan mengidentifikasi gangguan pada sistem kendaraan perkeretaapian.

Menariknya, Rail Vehicle Technology merupakan salah satu dari tujuh bidang baru yang dipertandingkan pada WorldSkills Shanghai 2026, bersama Dental Prosthetics, Digital Media Interactive Design, Intelligent Security Technology, Retail Sales, Software Testing, dan Unmanned Aerial Systems.

Indonesia turut mengirimkan kompetitor untuk berpartisipasi dalam bidang Rail Vehicle Technology. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk terus mengikuti perkembangan bidang keterampilan yang dipertandingkan di tingkat global sekaligus memahami arah perubahan standar kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.

Dengan demikian, keikutsertaan dalam kompetisi tidak hanya dimaknai sebagai upaya meraih prestasi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar, mengukur kesiapan kompetensi, dan memperoleh pengalaman langsung terhadap standar keterampilan internasional.

Kehadiran bidang-bidang baru tersebut menunjukkan bahwa standar keterampilan dunia terus bergerak mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.

Baca juga : Bertemu Siswa Papua, Wamen Fajar Tanamkan Semangat Persatuan dan Kepemimpinan

Bagi pendidikan vokasi, dinamika tersebut menjadi pengingat bahwa kompetensi yang diajarkan di SMK harus terus diperbarui, adaptif, dan selaras dengan perkembangan dunia kerja.

Keikutsertaan Indonesia dalam bidang-bidang baru, termasuk Rail Vehicle Technology, menjadi salah satu langkah untuk memastikan bahwa talenta vokasi Indonesia tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga siap bersaing dalam ekosistem keterampilan global.  
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.