Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rosan: Kontribusi Investasi Hilirisasi Tembus 35%, Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Kamis, 8 Oktober 2026 14:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, kontribusi investasi sektor hilirisasi terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Kini, kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia, naik dari sebelumnya 25 persen.
Rosan mengatakan, realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen. Investasi tersebut menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.
"Dari total investasi yang masuk, angka hilirisasi meningkat. Dalam dua tahun terakhir, yang tadinya kontribusi hilirisasi 25 persen sudah mencapai 35 persen dari total investasi yang masuk," kata Rosan dalam acara Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel dan Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik (EV) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Menurut Rosan, lebih dari 75 persen investasi terealisasi di luar Jawa. Salah satu daerah yang mengalami perubahan signifikan akibat hilirisasi adalah Maluku Utara.
Baca juga : Prabowo Bersiap Luncurkan Proyek Hilirisasi Rp 180 T & Ekspor Perdana Baterai EV
Rosan mengatakan, industri pengolahan kini menyumbang hampir separuh produk domestik regional bruto (PDRB) Maluku Utara. "Provinsi ini tidak lagi sekadar daerah tambang, tapi telah menjadi daerah industri," ujarnya.
Surplus perdagangan Maluku Utara juga meningkat hingga Rp 31,1 triliun pada 2025. Ekspornya didominasi produk olahan nikel, seperti feronikel, nickel matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), nikel sulfat, dan kobalt.
"Tentunya pada kesempatan ini ada 10 proyek strategis di kawasan IWIP (Indonesia Weda Bay Industrial Park) menjadi bagian dari rangkaian investasi tersebut, di mana total investasi mencapai 10,2 miliar dolar AS atau kurang lebih Rp 180 triliun," ungkap Rosan.
"Dari 10 itu, empat proyek sudah selesai, dan baru selesai, dan akan melakukan seremoni komersial dan juga ekspor senilai 3,4 miliar dolar AS yang sudah selesai dari empat proyek itu, atau kurang lebih Rp 60 triliun," sambung CEO Danantara itu.
Baca juga : Prabowo Bertemu Jokowi 2 Jam Di Kertanegara
Sementara itu, enam proyek lainnya dengan nilai investasi 6,8 miliar dolar AS akan memulai pembangunan. Proyek tersebut mencakup material komponen baterai, aluminium, hingga truk listrik untuk kebutuhan pertambangan.
"Dari 10 proyek akan tercipta lebih dari 10 ribu lapangan pekerjaan," ujar Rosan.
Ia menyebut, proyek-proyek tersebut mencakup ekosistem baterai berbasis nikel, produksi baterai, aluminium elektrolitik, alat berat berbasis listrik, material baterai berbasis nikel, separator baterai EV, elektrolit baterai EV, hingga photovoltaic glass untuk industri energi surya.
"Investornya ini datang berbagai macam negara, mereka punya 52 tenant di sini, ada termasuk Glencore, Trafigura, ada dari Australia, India, dan dari berbagai negara, mereka masuk berinvestasi di kawasan industri ini," jelas Rosan.
Baca juga : Prabowo Gelar Sarasehan Dengan Perwira TNI-Polri Di Istana
IWIP, kata Rosan, sejak 2018 telah menyerap investasi sebesar 20 miliar dolar AS. Dengan tambahan investasi 7 miliar dolar AS yang akan masuk, total investasi di IWIP diproyeksikan mencapai 27 miliar dolar AS. Penyerapan tenaga kerja di kawasan tersebut juga telah mencapai sekitar 117 ribu orang.
"Selama ini, ekspor yang terjadi di kawasan ini 11 miliar dolar AS. Kalau digabungkan dengan kawasan IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) yang pertama dibangun oleh Tsingshan, total ekspornya mencapai 28 miliar dolar AS atau 10 persen dari total ekspor Indonesia," jelas Rosan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya