Dark/Light Mode

Indonesia Kecam Serangan Bandara Arab Saudi, Dukung Solusi Damai Konflik Yaman

Senin, 12 Oktober 2026 11:41 WIB
Kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta (Foto: dok. Kemlu)
Kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta (Foto: dok. Kemlu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Republik Indonesia kembali menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik di Yaman dan serangan lintas batas, termasuk yang menargetkan sejumlah bandar udara di Arab Saudi. Serangan tersebut telah mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, mengganggu operasional penerbangan sipil, serta berisiko serius terhadap keselamatan penerbangan.

Indonesia juga sangat prihatin atas meningkatnya korban warga sipil dan memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman. Sekaligus menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban dan berharap agar para korban luka dapat segera pulih.

"Indonesia mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga sipil dan objek sipil, serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dari dampak konflik bersenjata," tegas Kementerian Luar Negeri dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan di platform X, Senin (12/10/2026).

Pernyataan tersebut juga menekankan sikap Indonesia, yang kembali mendesak seluruh pihak terkait untuk menghentikan serangan dan aksi balasan, menahan diri secara maksimal, serta memastikan seluruh tindakan sejalan dengan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.

Baca juga : Timur Tengah Makin Membara

Indonesia juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial seluruh negara di kawasan.

"Seluruh pihak terkait harus mengedepankan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian konflik secara damai," pungkas pernyataan tersebut.

Serangan Paling Mematikan di Arab Saudi

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) melaporkan, serangan kedua di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh pada Minggu (11/10/2026) siang, mengakibatkan satu warga Pakistan tewas, dan 11 lainnya luka-luka. Para korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

GACA juga mengumumkan, Bandara Internasional King Fahd di Dammam menjadi sasaran serangan pada Minggu (11/10/2026) malam, di tengah serangan berkelanjutan terhadap fasilitas penerbangan sipil di Kerajaan Arab Saudi.

Baca juga : Houthi Kembali Serang Bandara Riyadh: 1 Warga Pakistan Tewas, 11 Luka-Luka

Peristiwa ini terjadi sehari setelah serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Korban tewas mencakup empat warga negara Saudi, dua orang dari Bangladesh, dan masing-masing satu orang dari AS, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.

Ini merupakan serangan tunggal paling mematikan terhadap Arab Saudi, sejak perang Israel, AS, dan Iran pecah pada Februari 2026.

Sebelumnya, GACA juga melaporkan tiga orang tewas dan 36 orang terluka dalam serangan terhadap Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam pernyataan yang diposting di platform X pada Minggu (11/10/2026) malam waktu setempat, Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree mengingatkan publik untuk menghindari bandara dan wilayah udara Arab Saudi.

Baca juga : Houthi Targetkan Seluruh Bandara & Wilayah Udara Saudi, Kecuali Mekkah-Madinah

"Kami kembali memperingatkan seluruh perusahaan global serta para ahli, pegawai, pekerja, dan pelancong dari seluruh negara di dunia mengenai konsekuensi pengoperasian penerbangan menuju bandara-bandara Saudi, karena bandara tersebut tidak aman. Pengecualian hanya berlaku bagi bandara dan wilayah udara di kawasan suci Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah," kata Yahya Saree.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.