Dark/Light Mode

Tiga Pilar Baru Pengentasan Kemiskinan

Penerima Bansos Didorong Untuk Jadi Pelaku Ekonomi

Minggu, 25 Oktober 2026 06:54 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar. Foto: Kemenko PM
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar. Foto: Kemenko PM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) berkomitmen memperkuat tiga fondasi untuk mengubah pendekatan penanggulangan kemiskinan. Yakni Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), perubahan paradigma Pemerintah menuju pemberdayaan, serta kolaborasi seluruh potensi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menjelaskan, ketiga fondasi tersebut menjadi pijakan agar upaya pengentasan kemiskinan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Namun juga membuka jalan bagi masyarakat untuk mandiri dan menjadi pelaku ekonomi.

Fondasi yang pertama, Muhaimin menyebut Pemerintah telah melahirkan DTSEN untuk membangun sistem penanggulangan kemiskinan yang lebih terpadu, sekaligus memperluas kesempatan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya.

Kekinian, dari hasil pendataan Pemerintah memiliki tanggung jawab menjangkau sekitar 23 juta sasaran, 88 kabupaten/kota dan 16.550 desa/kelurahan prioritas.

Baca juga : Banyak Anggota Kabinet Masuk RS

“Pijakan dasar yang pertama, kita telah menghasilkan DTSEN yang bisa menjadi rujukan penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi, efektif, dan tepat sasaran,” ujar Muhaimin dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).

Fondasi kedua, dia menyampaikan bahwa sasaran perubahan paradigma paling mendasar adalah cara kerja Pemerintah, dari yang semula berfokus pada bantuan sosial menuju pemberdayaan.

Dalam konteks ini Kemenko PM siap mengorkestrasi program-program pemberdayaan agar melahirkan masyarakat yang mampu berkarya alih-alih ketergantungan pada bansos.

Menurut Muhaimin, perubahan pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai program lintas sektor. Di bidang kelautan dan perikanan, pengembangan kampung nelayan membuka akses terhadap permodalan, sarana produksi, bahan baku dan peralatan.

Baca juga : Kapolri: Hadiah 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Sementara, program Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong lahirnya pengusaha baru, sekaligus memperkuat ekosistem usaha masyarakat.

“Pada saatnya kita akan sampai pada tahap para penerima bantuan sosial akan berkurang jumlahnya, menjadi manusia-manusia dan pribadi-pribadi yang mandiri, serta menjadi pelaku ekonomi,” tegasnya.

Fondasi ketiga, Muhaimin mengatakan, pelibatan seluruh potensi masyarakat dalam pemberdayaan akan terus didorong. Menurut dia Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat, perlu bergerak bersama untuk memperluas peluang ekonomi, memperkuat kapasitas pelaku usaha, serta mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkembang dan naik kelas.

Bagi Muhaimin, penguatan ketiga fondasi telah terbukti berhasil yang tercermin dengan turunnya angka kemiskinan nasional yang kini berada pada 8,07 persen, dari sebelumnya 9,03 persen. Ke depan Kemenko PM akan terus memperkuat fondasi karena Pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun menjadi maksimal 5 persen pada 2029.

Baca juga : Semangatnya Cari Solusi, Bukan Saling Menyalahkan

Dia juga menekankan, ketiga fondasi, DTSEN, perubahan paradigma Pemerintah menuju pemberdayaan, serta kolaborasi seluruh potensi masyarakat, harus berjalan beriringan untuk memastikan peluang pemberdayaan menjangkau lebih banyak warga.

Untuk menjaga keberlanjutan program-program Pemerintah, harus terus mengoordinasi, mengharmonisasi dan menyinergikan seluruh kementerian/lembaga.

“Ada Inpres yang menjadi rujukan agar semua kementerian, lembaga, serta Pemerintah Daerah tunduk dalam program-program pemberdayaan,” pungkas Muhaimin. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Minggu, 25 Oktober 2026 dengan judul "Tiga Pilar Baru Pengentasan Kemiskinan Penerima Bansos Didorong Untuk Jadi Pelaku Ekonomi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.