Dark/Light Mode

Kemenhut Perkuat Operasi Karhutla Di Sumatera & Kalimantan

Sabtu, 24 Oktober 2026 22:19 WIB
Foto: Kemenhut
Foto: Kemenhut

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama sejumlah pihak terus memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemadaman darat, operasi udara, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Penguatan operasi dilakukan seiring meningkatnya potensi pertumbuhan awan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Jumat (23/10/2026) pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 1.336 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), turun 14 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.350 titik.

Namun, kondisi di enam provinsi prioritas menunjukkan perkembangan berbeda. Jumlah hotspot di enam provinsi tersebut meningkat dari 1.078 menjadi 1.103 titik.

Kalimantan Tengah masih mencatat jumlah hotspot tertinggi, yakni 785 titik, meski turun dari 874 titik sehari sebelumnya. Sementara itu, Kalimantan Barat meningkat cukup tajam dari 39 menjadi 184 titik dan Jambi dari tujuh menjadi 46 titik.

Sumatera Selatan mencatat 58 titik, sedangkan Kalimantan Selatan turun menjadi 30 titik. Adapun Riau masih nihil hotspot high confidence.

Penurunan jumlah hotspot tidak serta-merta membuat operasi di lapangan dikurangi. Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan unsur terkait masih melakukan pemadaman serta pendinginan di sejumlah lokasi.

Baca juga : BAZNAS Gencarkan Penanganan Karhutla Di Sejumlah Wilayah

Di Sumatera Selatan, pemadaman dilakukan antara lain di Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin. Api di Desa Ibul Besar 1, Ogan Ilir, dan Desa Santan Sari, Banyuasin, telah berhasil dipadamkan, sementara operasi masih berlanjut di sejumlah lokasi yang menyisakan titik api, terutama pada lahan gambut.

Di Kalimantan Tengah, pemadaman juga masih berlangsung intensif. Di Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, tim BKO Manggala Agni masih melakukan pemadaman di kawasan bergambut setelah operasi berlangsung selama beberapa hari.

Tim juga melakukan pembasahan lahan, patroli, dan pemantauan di KHDTK Tumbang Nusa, Pulang Pisau, guna mencegah api kembali muncul dan menyebar. Upaya serupa dilakukan di sejumlah lokasi lain di Kalimantan Tengah yang mengalami kebakaran permukaan maupun kebakaran bawah pada lahan gambut.

Penguatan penanganan juga dilakukan di Kalimantan Barat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Jumat (23/10/2026) memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, serta jajaran teknis Kementerian Kehutanan.

Raja Juli menekankan bahwa tren penurunan hotspot harus menjadi momentum untuk mempercepat penanganan, bukan alasan untuk mengurangi kewaspadaan.

Untuk memperkuat operasi di Ketapang, Kementerian Kehutanan menyiapkan 104 personel tambahan. Sebanyak 20 personel diarahkan ke Cagar Alam Muara Kendawangan-Desa Seriam, 44 personel ke Desa Pembedilan, dan 40 personel ke wilayah PBPH PT Buana Megatama Jaya.

Penugasan tersebut dilakukan secara bertahap pada 23-26 Oktober dengan masa operasi selama 14 hari.

Baca juga : Menkes Bantah Sesak Napas Saat Kunjungi Palangkaraya Kalimantan Tengah

Di sela penanganan karhutla di Ketapang, Raja Juli juga meninjau Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Ia melihat langsung fasilitas rehabilitasi, klinik kesehatan satwa, serta kondisi orangutan yang sedang menjalani perawatan.

Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya ditujukan untuk memadamkan api, tetapi juga melindungi satwa liar dan habitatnya.

Data terbaru mencatat sebanyak 51 individu orangutan telah diselamatkan dari wilayah terdampak karhutla di Ketapang dan Kayong Utara selama periode 6 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026.

Penanganan dilakukan melalui kolaborasi BKSDA Kalimantan Barat, YIARI, pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra konservasi, mulai dari penyelamatan, pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi, hingga persiapan pengembalian satwa ke habitat yang aman.

Untuk mendukung operasi, saat ini tersedia 49 unit armada udara, terdiri atas 32 unit untuk water bombing serta 17 unit untuk patroli dan OMC. Enam provinsi prioritas, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, tetap menjadi fokus pengendalian karhutla.

Penguatan OMC dilakukan dengan dukungan pendanaan BNPB. Pada Jumat (23/10), bahan semai dry ice dikirim sebanyak 3,3 ton ke Sumatera Selatan, 8,4 ton ke Kalimantan Selatan, dan dua ton ke Lampung.

Selain itu, sebanyak lima ton NaCl dikirim ke Kalimantan Selatan untuk mendukung penyemaian awan. Armada penyemaian juga diperkuat dengan pesawat TNI AU C-130 Hercules yang beroperasi dari Posko Sumatera Selatan dan CN-295 dari Posko Kalimantan Selatan.

Baca juga : Aturan Bakar Lahan 2 Hektar Mau Direvisi, Pakar Minta Teknologi Disiapkan

Di Sumatera Selatan, OMC dilakukan sebanyak sembilan sorti, terdiri atas enam sorti menggunakan dry ice dan tiga sorti menggunakan NaCl dari Posko Palembang dan Posko Lampung. Setelah intervensi OMC, terpantau peningkatan jarak pandang di sekitar Palembang pada beberapa periode operasi.

Penyemaian juga dilakukan pada pertumbuhan awan di sekitar Taman Nasional Way Kambas, Lampung, yang terdampak kebakaran. Berdasarkan pemantauan, hujan kemudian terpantau di kawasan TN Way Kambas serta sejumlah wilayah di Lampung Barat, Pringsewu, dan Pesawaran.

Sementara itu, untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, dilakukan sembilan sorti OMC yang terdiri atas tujuh sorti dry ice dan dua sorti NaCl menggunakan pesawat Casa-212, CN-295, Caravan, dan Pilatus.

Berdasarkan pengamatan radar dan penakar hujan, hujan terpantau di Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Lamandau di Kalimantan Tengah, serta Kotabaru di Kalimantan Selatan.

BMKG memprakirakan potensi pertumbuhan awan mulai meningkat signifikan pada Sabtu (24/10). Kondisi tersebut akan dimanfaatkan dengan mengoptimalkan OMC menggunakan NaCl melalui pesawat Hercules dan CN-295 untuk memicu pertumbuhan hujan di wilayah sasaran Sumatera dan Kalimantan.

Kementerian Kehutanan kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.