Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Menhut Lepasliarkan Adil dan Gigih, 2 Orangutan Hasil Rescue di Ketapang
Sabtu, 24 Oktober 2026 13:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dua orangutan jantan bernama Adil dan Gigih akhirnya kembali ke habitat alaminya setelah diselamatkan dari kawasan perkebunan kelapa sawit di Desa Laman Satong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Pelepasliaran ini menjadi pengingat bahwa upaya menyelamatkan orangutan harus diiringi dengan perlindungan hutan sebagai rumah dan tempat hidup mereka.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Dokter Karmele Liano Sanchez, serta unsur TNI dan Polri, melepasliarkan kedua orangutan tersebut ke habitat alaminya di Ketapang, Sabtu (24/10/2026).
Sebelumnya, Adil dan Gigih dievakuasi dari Desa Laman Satong pada Jumat (23/10/2026).
Baca juga : Menhut: Presiden Prabowo Salurkan Banpres Rp 240 Miliar untuk Karhutla Kalbar
Adil merupakan orangutan jantan berusia lebih dari delapan tahun, sedangkan Gigih berusia lebih dari 10 tahun. Keduanya diselamatkan setelah ditemukan berada di kawasan perkebunan kelapa sawit.
Menhut Raja Juli mengatakan, pemerintah bersama para mitra konservasi bersyukur dapat menyelamatkan kedua satwa tersebut.
Namun, kondisi itu sekaligus menunjukkan masih besarnya pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan habitat orangutan terlindungi dengan baik.
“Kita gembira karena kita berhasil me-rescue orangutan dari perkebunan kelapa sawit. Namun, pada saat bersamaan, kita menjadi sedih karena kita sadar bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan, di mana rumah tempat orangutan tinggal, tempat mereka bermain, tempat mereka hidup, belum dapat dijaga dengan baik oleh kita bersama,” ujar Raja Juli.
Baca juga : Kemenhut: Pemerintah Kerahkan Semua Kekuatan untuk Atasi Karhutla
Menurut dia, keberhasilan konservasi tidak boleh berhenti pada proses penyelamatan dan pelepasliaran orangutan ke habitat aslinya.
Perlindungan hutan harus menjadi bagian penting dari upaya konservasi agar orangutan dapat hidup secara alami tanpa terus menghadapi ancaman kehilangan habitat.
“Mudah-mudahan dengan pelepasliaran dua individu orangutan ini memperkuat komitmen kita bersama untuk menjaga orangutan sekaligus menjaga hutannya, menjaga habitat dan ekosistem orangutan, sehingga ke depan mereka tidak perlu lagi di-rescue, tidak perlu lagi dilepasliarkan karena memang mereka sudah lepas liar di alam, di hutan belantara,” katanya.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama YIARI dan mitra lainnya juga terus melakukan upaya mitigasi untuk melindungi orangutan, termasuk dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca juga : Menhut Bekukan 32 Konsesi, 120 Kasus Karhutla Diproses
Masyarakat yang menemukan orangutan masuk ke kawasan permukiman atau kampung diimbau segera menghubungi hotline atau pusat layanan (call center) agar tim ahli dapat segera melakukan penyelamatan dan penanganan terhadap satwa tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya