Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PTPN Group Tampilkan Produk Oleo Sawit di Forum Teknologi Danantara
- Mantan Dirut PNM Arief Mulyadi Meninggal di Usia 58 Tahun
- Lamine Yamal Cetak Sejarah, Raih Kopa Trophy 3 Tahun Beruntun
- Harry Kane Persembahkan Ballon d’Or untuk Bayern dan Keluarga
- Pelatih Arema Ungkap Kunci Sukses Hajar Dewa United 4-0
Kembali Menangi Pilpres Brazil Di Tengah Tekanan AS
Da Silva Rayakan Victory Pakai Kaca Merah Bintang
Selasa, 27 Oktober 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, yang kerap mengkritik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terpilih kembali pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Brasil, Minggu (25/10/2026). Kemenangannya membuat lega para pengkritik Negeri Paman Sam di Amerika Latin.
Setelah 100 persen suara dihitung, pengadilan Pemilu Brasil mengumumkan bahwa Lula, yang akan segera berusia 81 tahun, unggul hampir 4,4 juta suara atas lawannya Flavio Bolsonaro. Dengan hasil tersebut, Lula memperoleh 51,8 persen dari total suara.
Bolsonaro menolak kalah. Dia mendesak hasil Pemilu dibatalkan. Dia menuding telah terjadi kecurangan setelah Mahkamah Agung menyetujui perpanjangan waktu pemungutan suara. Padahal, sejumlah tempat pemungutan suara sudah ditutup.
Bolsonaro merupakan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, yang dihukum 27 tahun penjara karena korupsi. Jair Bolsonaro dikalahkan Lula dalam Pilpres tahun 2022 untuk merebut kembali jabatan tersebut.
Kemenangan Lula berlawanan dengan tren regional berupa kemenangan para kandidat presiden berhaluan kanan tengah yang bersekutu dengan Trump. Seperti hasil Pilpres Argentina, Chile, Kolombia dan Peru.
Kemenangan ini juga berarti bahwa Brasil, sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Amerika Latin dan Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan sebesar 2,6 triliun dolar AS, kemungkinan akan terus menentang tuntutan Trump, meski menghadapi tekanan akibat kenaikan tarif.
Baca juga : Dinda Kirana, Mabuk Laut Saat Syuting Di Ancol
Lula merayakan kemenangan bersama Ibu Negara Rosangela da Silva dan para pendukungnya setelah pemilihan putaran kedua dikonfirmasi pengadilan Pemilu Brasil.
Dengan mengenakan kacamata merah berbentuk bintang, dia mencium istrinya. Lula menyampaikan pidato kemenangan di jalan utama Sao Paulo dan di Lapangan Cinelandia, Rio de Janeiro.
Dia menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Brasil. Dia berjanji akan menghormati seluruh warga tanpa memandang gender maupun agama.
“Ini kekalahan bagi penyangkalan fakta dan kebohongan. Saya harus mengakui bahwa setiap kali menghadiri debat, saya merasa malu,” katanya.
Lula juga kembali menegaskan komitmennya terhadap kedaulatan Brasil.
“Tanah air ini harus tetap merdeka, kita mati demi Brasil. Negara ini bukan halaman belakang siapa pun,” tegasnya. Di Rio de Janeiro, mobil-mobil membunyikan klakson merayakan kemenangan Lula.
Baca juga : Indonesia Pangkas Ekspor Gas, Singapura Bereaksi
Rodrigo Valentim, pengusaha berusia 51 tahun, sekaligus pendukung Bolsonaro, mengatakan bahwa Pemerintahan Lula berikutnya akan merugikan perekonomian. Dia menunjuk reaksi positif pasar keuangan terhadap hasil putaran pertama, ketika Bolsonaro mengungguli Lula.
“Saya tidak mengerti bagaimana orang bisa memilih Lula. Negara ini sedang mengalami kehancuran,” kata Valentim.
Lula dijadwalkan memulai masa jabatan keempatnya sebagai Presiden—yang tidak berlangsung secara berturut-turut—pada 5 Januari 2027.
Lula pertama kali menang Pilpres pada 2003 dan terpilih lagi pada 2006. Selepas periode kedua masa jabatannya, dia ditahan 1,5 tahun atas dugaan korupsi. Pengadilan akhirnya menyatakan dia tak bersalah.
Kampanye di Medsos
Lula menang Pilpres setelah melewati putaran kedua. Di putaran pertama, Lula menempati peringkat kedua di bawah Bolsonaro. Meski demikian, baik Lula maupun Bolsonaro tak meraih cukup suara untuk memenangi Pemilu dalam sekali putaran, maka digelar pemungutan suara putaran kedua.
Baca juga : Hujan Mulai Turun, Semoga Karhutla Reda
Menjelang putaran kedua, kampanye kubu kiri pendukung Lula lebih fokus menyasar Bolsonaro. Mereka mengingatkan lagi korupsi Jair Bolsonaro dan berbagai kebijakannya sebagai Presiden.
Mereka juga menggencarkan kampanye di media sosial (medsos) dan menyasar anak muda.
Kubu Bolsonaro selama putaran pertama membanjiri medsos dengan berbagai materi untuk membuai pemilih. Banyak pemilih terbujuk dan lupa akan kelakuan Jair Bolsonaro yang terbukti korup. Mereka pun memberikan suara untuk Flavio Bolsonaro. MEL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 27 Oktober 2026 dengan judul "Kembali Menangi Pilpres Brazil Di Tengah Tekanan AS Da Silva Rayakan Victory Pakai Kaca Merah Bintang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya