Dark/Light Mode

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kemendikdasmen Perluas Akses-Perkuat Mutu Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 14:08 WIB
Foto: Dok. Kemendikdasmen.
Foto: Dok. Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Perbaikan sarana sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kesejahteraan guru, hingga perluasan bantuan pendidikan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas pendidikan nasional selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hingga 20 Oktober 2026, program revitalisasi dan pembangunan satuan pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menjangkau 55.451 sekolah sepanjang 2025–2026.

Berbagai program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, serta menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak bagi murid di berbagai daerah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, capaian selama dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan perbaikan layanan pendidikan secara berkelanjutan.

"Dua tahun pertama ini merupakan periode penting untuk membangun fondasi pendidikan bermutu bagi semua. Angka-angka capaian yang kita raih hari ini bukanlah hasil akhir, melainkan parameter dan tolok ukur bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Abdul Mu’ti dalam Taklimat Media Dua Tahun Capaian Kemendikdasmen di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Pada 2025, program revitalisasi dan pembangunan sekolah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, melampaui target 10.440 satuan pendidikan.

Sebanyak 99,96 persen pembangunan pada tahun tersebut telah selesai. Hingga 20 Oktober 2026, program serupa telah menjangkau 39.284 satuan pendidikan dari target 31.744 sekolah, atau mencapai 123,75 persen.

Pelaksanaannya menggunakan skema swakelola dengan penyaluran dana langsung ke sekolah, melibatkan lebih dari 58 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, serta menyerap sekitar 238 ribu tenaga kerja.

Pemulihan sekolah terdampak bencana juga menjadi perhatian Kemendikdasmen. Di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sebanyak 3.134 dari 3.178 sekolah sasaran telah direvitalisasi, atau mencapai 98,62 persen.

Untuk penanganan bencana lainnya, revitalisasi telah menjangkau 747 dari 749 sekolah sasaran, setara dengan 99,73 persen.

Pemerintah mengalokasikan Rp 1,4 triliun untuk memulihkan layanan pendidikan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Baca juga : Mendikdasmen: TKA Bukan Penentu Kelulusan, tetapi Peta Perbaikan Belajar

Di bidang digitalisasi, pada 2025 sebanyak 288.865 sekolah menerima perangkat papan interaktif digital (PID) beserta perangkat pendukung, termasuk laptop dan diska keras.

Pada 2026, distribusi PID mencapai 72.258 unit dari target 742.536 unit. Kemendikdasmen juga menyediakan akses listrik bagi 2.389 sekolah dan internet bagi 8.152 sekolah.

Selain itu, pendampingan pemanfaatan PID telah diberikan kepada 126.097 sekolah. Pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) turut berjalan.

Sebanyak 17 SNT telah beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 dengan menerima 1.360 murid baru di 13 provinsi. Sebanyak 20 kabupaten/kota lainnya masuk dalam rencana pembangunan SNT.

Program tersebut akan dilanjutkan pada 2027 melalui pembangunan 100 sekolah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Syahganda Nainggolan, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesejahteraan guru.

“Tidak ada peningkatan kualitas hidup masyarakat tanpa didukung oleh program-program pendidikan yang bermutu. Kami sangat mengapresiasi perhatian besar pemerintah terhadap nasib dan kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN, serta lompatan program digitalisasi pendidikan hingga ke daerah terpencil,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru, penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) non-ASN pada 2026 mencapai 804.788 orang.

Sementara itu, penerima Tunjangan Khusus Guru (TKG) non-ASN mencapai 31.131 orang.

Sejak 2025, TPG bagi guru non-ASN non-inpassing meningkat dari Rp1,5 juta menjadi Rp 2 juta. Insentif guru non-ASN juga naik dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu per bulan.

Hingga September 2026, penyaluran tunjangan bagi guru dan tenaga kependidikan non-ASN tercatat mencapai Rp 16,64 triliun kepada 890.280 penerima.

Baca juga : Dua Tahun Prabowo-Gibran, Komunikasi Publik Berperan Penting Bangun Kepercayaan

Peningkatan kesejahteraan tersebut disertai pengembangan kompetensi. Sepanjang 2025-2026, sebanyak 868.615 guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu.

Selain itu, sebanyak 186.160 pendidik dan tenaga kependidikan menyelesaikan pelatihan Pembelajaran Mendalam, 53.023 guru mengikuti pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (AI), serta 114.288 guru mengikuti pelatihan pendidikan inklusif.

Dukungan bagi murid diberikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), pengembangan pembelajaran, dan penguatan karakter.

Pada 2025, PIP menjangkau sekitar 19 juta murid dengan anggaran Rp 13,43 triliun. Pada 2026, program ini menargetkan 19,48 juta murid, termasuk 888 ribu murid pendidikan anak usia dini (PAUD).

Hingga data yang disampaikan, penyalurannya telah menjangkau sekitar 13,6 juta murid.

Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran, sebanyak 13,3 juta murid mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kemendikdasmen juga mengembangkan Pembelajaran Mendalam dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Sementara itu, koding dan kecerdasan artifisial telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan di 20.167 sekolah. Penguatan karakter dilakukan melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang telah diterapkan di 170.870 sekolah di 38 provinsi.

Program tersebut disertai pembiasaan positif serta upaya pencegahan kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.

Pemerataan akses juga didukung melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), yang pada 2025 menjangkau 50,43 juta murid. Angka partisipasi sekolah penduduk usia 7-18 tahun tercatat mencapai 93,13 persen.

Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) menjangkau 4.616 murid, sementara sekitar 8,04 juta anak menerima bantuan perlengkapan sekolah.

Baca juga : Dua Tahun Asta Cita Prabowo, Pariwisata Berbasis Budaya Jadi Prioritas

Kemendikdasmen juga mendistribusikan 5.538.000 buku bacaan bermutu, melanjutkan pelindungan bahasa daerah, serta mengembangkan bahasa Indonesia di tingkat internasional.

Dari sisi tata kelola, Kemendikdasmen memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan 2025.

Realisasi anggaran kementerian mencapai 96,64 persen, atau sebesar Rp 62,17 triliun. Kemendikdasmen juga meraih sejumlah penghargaan.

Di antaranya, WSIS Prizes 2026 kategori e-Government untuk Rumah Pendidikan dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026. Penghargaan tersebut disebut sebagai kemenangan pertama Indonesia sejak 2012.

Selain itu, Kemendikdasmen meraih Platinum Awards AHI 2026 untuk pertama kalinya, Popular Government Institution Award 2026, serta penghargaan Football Development of the Year dari PSSI.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti turut menerima penghargaan TOP Digital Education Innovation Figure.

Berbagai capaian tersebut menjadi pijakan bagi Kemendikdasmen untuk melanjutkan perbaikan sarana pendidikan, meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru, serta memperluas kesempatan belajar bagi murid.

Melalui upaya tersebut, pemerintah berharap, pendidikan bermutu dapat diakses secara lebih merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.