Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hotspot Karhutla Naik Jadi 165 Titik, Kalimantan Tengah Tertinggi
Minggu, 8 November 2026 17:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Total hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Sabtu, 7 November 2026 pukul 21.00 WIB, terdeteksi 165 hotspot, atau meningkat 110 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 55 hotspot.
Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, jumlah hotspot meningkat dari 14 menjadi 17 titik. Kalimantan Tengah mencatat jumlah terbanyak dengan 13 hotspot, Sumatera Selatan 2 titik, Jambi 1 titik, dan Kalimantan Selatan 1 titik. Sementara Kalimantan Barat dan Riau tercatat nihil hotspot high confidence.
Perubahan paling menonjol terjadi di Kalimantan Tengah, yang sehari sebelumnya nihil hotspot dan kini kembali mencatat 13 titik. Sementara Jambi turun dari 9 menjadi 1 titik dan Sumatera Selatan turun dari 5 menjadi 2 titik.
Kementerian Kehutanan terus memperkuat patroli dan groundcheck untuk memastikan kondisi aktual pada setiap indikasi yang terdeteksi satelit.
Hotspot Bukan Jumlah Kejadian Kebakaran
Baca juga : Mengenal Tangan Besi dan Tangan Hijau Kepemimpinan Menhut
Kementerian Kehutanan kembali menegaskan, hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Jumlah hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal terbakar. Seluruh indikasi tetap harus diverifikasi langsung di lapangan.
Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan tanggal 7 November menunjukkan bahwa operasi di Kalimantan Tengah masih berlangsung. Di Desa Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, kebakaran pada lahan gambut dengan tipe kebakaran permukaan dan bawah belum sepenuhnya padam, sehingga membutuhkan pemadaman lanjutan.
Di Tanjung Taruna, Pulang Pisau, sejumlah lokasi telah dalam kondisi basah, tetapi masih membutuhkan pembasahan lanjutan. Pada titik lainnya masih ditemukan banyak kepulan asap, sehingga Manggala Agni Kemenhut dan tim BKO tetap melanjutkan penanganan.
Pemadaman juga dilakukan di Desa Sikan, Kabupaten Barito Utara, pada lahan semi gambut dengan tipe kebakaran permukaan dan bawah. Hingga laporan terakhir, api masih belum padam.
Perkembangan Positif
Baca juga : Hotspot Karhutla Nasional Melonjak Jadi 215 Titik, Kalteng Tertinggi
Kabupaten Seruyan dan Kotawaringin Timur mencatat perkembangan positif. Pemadaman gabungan Manggala Agni Kemenhut bersama BPBD di Desa Pematang Panjang, Seruyan, berhasil memadamkan api. Kondisi serupa tercatat di Pasir Putih, Kotawaringin Timur, setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan bersama.
Di Sumatera Selatan, api di Sungai Rambutan, Kabupaten Ogan Ilir telah dinyatakan padam. Namun di Sungai Bungin, Kabupaten Ogan Komering Ilir, kebakaran bawah pada lahan gambut masih memerlukan pemadaman lanjutan.
Kondisi tersebut kembali menunjukkan bahwa naik turunnya hotspot perlu dibaca bersama hasil verifikasi lapangan.
Pada lahan gambut, bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun nyala api sudah tidak terlihat. Karena itu, Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan, serta seluruh unsur terkait terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan sesuai kondisi aktual.
Baca juga : Kementerian Kehutanan Bongkar Dugaan Pencucian Kayu Merbau
Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kenaikan hotspot nasional menjadi 165 titik dan kembali munculnya hotspot di Kalimantan Tengah, menjadi dasar untuk mempertahankan kewaspadaan tinggi.
Fokus penanganan tidak hanya ditujukan untuk menurunkan angka hotspot, tetapi memastikan api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, masyarakat terlindungi, serta kawasan hutan dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.
Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000, agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Informasi terbaru penanganan Karhutla dapat dipantau melalui https://kehutanan.go.id/pers. Data hotspot terbaru dapat dimonitor secara transparan di SiPongi https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/peta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya