Dark/Light Mode

Banjir Mengancam

Awas, Kluster Pengungsian!

Rabu, 7 Oktober 2020 07:02 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. (Istimewa)
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satgas Penanganan Covid19 mewanti-wanti ancaman banjir di tengah Covid-19. Hal itu akan berdampak pada penambahan jumlah pasien positif Corona.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, penyebaran virus bisa meluas di lokasi pengungsian banjir. Warga akan kesulitan menerapkan protokol kesehatan.

“Pemerintah Daerah perlu mengantisipasi dampak banjir kepada warganya yang ada di lokasi pengungsian. Khususnya yang terkait sulitnya menjalankan protokol kesehatan,” ucap Wiku saat konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : 18 Anggota DPR Kena Corona, Anies Minta Lokasi Kerjanya Ditutup

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan warga akan curah hujan yang meningkat di wilayah Indonesia.

Meningkatnya curah hujan ini akibat fenomena La Nina, yang diperkirakan akan berlangsung hingga April 2021. Dampak La Nina pun sudah mulai terasa pada Oktober 2020.

Wiku memprediksi, lokasi pengungsian banjir bisa menjadi kluster baru saat pandemi Covid-19 jika tidak diantispasi dari sekarang.

Berita Terkait : Alhamdulillah, Pasien Corona Yang Sembuh Makin Banyak

Menurutnya, itu bisa diantisipasi jika para korban banjir bisa tetap menjaga protokol kesehatan saat tinggal sementara di lokasi pengungsian. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Karena itu, Wiku meminta Pemda bisa menjaga kebersihan, sekaligus mempersiapkan fasilitas untuk lokasi pengungsian jauh-jauh hari sebagai langkah antisipasi.

Dalam kesempatan itu, Wiku juga menyingung soal 11 kota yang mempunyai angka penularan Covid-19 tinggi.

Berita Terkait : Bambro: Kita Harus Manfaatkan Yang Kita Punya

Ke11 kabupaten/kota itu adalah Medan, Jakarta Pusat, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Semarang, Surabaya, Kota Banjarmasin, Kota Makassar, Kota Denpasar, Kota Jayapura, dan Kota Banda Aceh.

Wiku meyakini, penularan Corona di 11 kabupaten/kota itu bisa diatasi. Sebab, perkembangan penanganan Covid-19 di 10 provinsi prioritas saja bisa dicapai.

“Di pekan ini, perkembangan kasus Covid-19 di 10 provinsi prioritas mengalami perubahan ke arah yang lebih baik,” tandas Wiku. [QAR]