Dark/Light Mode

BRIMA Dan 12 Pakar Bedah Buku Kiai Embay

Minggu, 16 Maret 2025 20:02 WIB
Bedah buku Kiai Embay Mulya Syarief. (Foto: dok BRIMA)
Bedah buku Kiai Embay Mulya Syarief. (Foto: dok BRIMA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Riset dan Inovasi Mathla’ul Anwar (BRIMA) menggelar bedah buku online yang mengulas perjalanan hidup dan kepemimpinan inklusif Kiai Embay Mulya Syarief. 

Buku berjudul Jejak Pemimpin Inklusif dari Banten, karya Eko Supriatno, menjadi pusat diskusi dalam acara yang diikuti lebih dari 500 peserta melalui platform Zoom.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Gubernur Banten Andra Soni, serta para akademisi dan pakar dari berbagai kampus di Indonesia. Dipandu oleh moderator Ocid Abdurrosyd Siddiq dan host Ketua Umum DPP Gemawati MA Sintia Aulia Rahmah, diskusi berlangsung interaktif dan penuh inspirasi.

Direktur BRIMA Asep Rohmatullah menegaskan,  acara ini merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan dan intelektualitas. “Kiai Embay adalah sosok yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memberikan teladan nyata dalam membangun masyarakat yang berkeadilan,” ujarnya.

Baca juga : Persita Vs Malut United, Waspada Semua Lini

Bedah buku ini juga menjadi momen spesial karena bertepatan dengan ulang tahun Kiai Embay yang ke-73. Sebagai Ketua Umum Mathla’ul Anwar, Kiai Embay dikenal sebagai jawara putih yang memegang teguh nilai-nilai Islam dan moral.

Kiai Embay sendiri mengungkapkan rasa terima kasihnya atas acara ini. “Saya sangat mengapresiasi Kang Eko Supriatno yang telah menyusun biografi saya dengan begitu mendalam. Terima kasih juga kepada BRIMA dan para pakar yang telah membedah buku ini. Semoga kisah hidup saya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujar Kiai Embay.

Sebanyak 12 guru besar dan pakar dari berbagai universitas memberikan perspektif mereka tentang kiprah Kiai Embay. Misalnya, Prof. Asep Saepudin Jahar (Rektor UIN Jakarta) menyoroti peran Kiai Embay dalam pendidikan Islam yang inklusif dan moderat. Lalu, Prof. Fatah Sulaiman (Rektor Untirta) membahas kontribusi Kiai Embay dalam membangun sinergi antara pendidikan, teknologi, dan masyarakat. Kemudian, Prof. Mufti Ali (Warek I UIN Banten) menyoroti relevansi pemikiran keislaman Kiai Embay dalam konteks keindonesiaan.

Selanjutnya, Prof. Andriansyah (Rektor UNMA Banten) menyoroti kepemimpinan Kiai Embay dalam pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat. Kemudian, Prof. Ahmad Sarbini (Direktur Pascasarjana UIN Bandung) mengulas nilai-nilai kepemimpinan Kiai Embay yang dapat diadopsi dalam pengembangan pendidikan. Dan, Prof. Amin Suma (Ketum HISSI dan Guru Besar FSH UIN Jakarta) membahas peran Kiai Embay dalam memperkuat jaringan ulama dan organisasi Islam.

Baca juga : BRI Group Bagikan 100.000 Paket Sembako Di Bulan Ramadan

Lalu, Prof. Euis Amalia (Guru Besar Ekonomi Syariah UIN Jakarta) menyoroti kontribusi Kiai Embay dalam ekonomi syariah dan pemberdayaan umat. Prof. Lili Romli (Ahli Peneliti Utama BRIN) membahas peran Kiai Embay dalam membangun dialog antara agama, budaya, dan ilmu pengetahuan.

Kemudian, Bonnie Triyana (Anggota DPR RI) menyoroti jejak historis Kiai Embay sebagai pemimpin yang membawa perubahan sosial di Banten. Dan, Prof. Ari Sandhyavitri (Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Riau) mengulas relevansi nilai-nilai kepemimpinan Kiai Embay dalam teknologi dan rekayasa berkelanjutan.

Penulis buku, Eko Supriatno, menjelaskan bahwa biografi ini merupakan hasil kompilasi dari berbagai catatan, berita, dan tulisan mengenai Kiai Embay. Dengan pendekatan sastra, jurnalistik, dan filosofis budaya, buku ini menghadirkan gambaran utuh tentang sosok Kiai Embay yang multidimensi.

“Kiai Embay bukan hanya tokoh agama, tetapi juga seorang pejuang nilai yang tidak pernah kompromi terhadap ketidakadilan. Perjuangannya melawan PIK 2 adalah salah satu bukti nyata,” ungkap Eko.

Baca juga : 2 Kartu Merah Bikin Persija Keok Di Kandang

Respons terhadap buku ini luar biasa. Permintaan cetak ulang terus berdatangan, dan banyak pihak tertarik menjadi tuan rumah bedah buku. “Ini bukan sekadar apresiasi terhadap buku, tetapi bukti bahwa keteladanan Kiai Embay menyentuh banyak orang,” tambah Eko.

Ia juga mengusulkan BRIMA untuk segera menerbitkan buku lanjutan yang merangkum pandangan para pakar tentang Kiai Embay. “Saya siap menjadi juru tulisnya sampai beres,” ujarnya dengan semangat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.