Dark/Light Mode

Kabar dari Tanah Suci

5 Hari Operasional Haji: Semua Berjalan Lancar, Jemaah Terlayani dengan Baik

Selasa, 6 Mei 2025 13:23 WIB
Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Hanafi (Foto: MCH 2025)
Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Hanafi (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Operasional penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi sudah berjalan lima hari. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis Hanafi bersyukur, sejauh ini, semua berjalan baik.

Hingga Selasa (6/5/2025), pukul 07.50 waktu Saudi, kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah sudah 29.288 orang, yang berasal dari 75 kelompok terbang (kloter). Muchlis memastikan, semua jemaah di Tanah Suci mampu terlayani dengan baik.

“Semua layanan mulai dari penyambutan, penempatan atau akomodasi, transportasi, konsumsinya, berjalan dengan baik. Alhamdulillah setelah lima hari dimulainya operasional penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi, semua berjalan dengan lancar,” kata Muchlis, usai rapat koordinasi bersama Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Kepala Daker Bandara, seluruh Kepala Sektor, dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Senin malam (5/5/2025).

Baca juga : Istri Wafat di Madinah, Karno Tegar Lanjutkan Ibadah Haji Seorang Diri

Dia menambahkan, jika pun ada persoalan kecil, hal itu bisa langsung diatasi oleh para petugas yang sigap. “Mereka adalah tenaga-tenaga yang solid dan tahu betul bagaimana menangani persoalan di lapangan,” ujarnya.

Tantangan Beda Syarikah

Muchlis mengakui, ada satu dinamika baru dalam penyelenggaraan haji 2025. Sistem kloter yang tidak lagi sepenuhnya seragam dari sisi penyedia layanan. Untuk pertama kalinya, dalam satu kloter bisa dilayani oleh syarikah atau perusahaan penyedia layanan di Saudi, yang berbeda.

“Saat ini ada delapan syarikah penyedia layanan. Hampir semua kloter diisi oleh berbagai syarikah. Dari 55 kloter awal yang kami data, hanya 13 yang utuh (dilayani) dari satu syarikah,” ungkap Muchlis.

Baca juga : Bahagia Bisa Haji, Jemaah Pekanbaru Langsung Sujud Syukur Saat Tiba di Madinah

Syarikah adalah mitra resmi Pemerintah Saudi yang bertugas memberikan layanan kepada jemaah haji, termasuk akomodasi, konsumsi, transportasi, dan pergerakan selama di Tanah Suci. Terutama di fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pada musim haji 2025, delapan syarikah yang ditunjuk meliputi: Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad. Masing-masing melayani antara 11 ribu hingga 36 ribu jemaah.

Sistem ini membawa tantangan baru dalam koordinasi di lapangan. “Ini menjadi dinamika yang harus cepat ditangani. Tapi, alhamdulillah, koordinasi kami dengan semua syarikah berjalan baik. Jemaah tetap mendapat layanan yang layak,” terang Muchlis.

Baca juga : Cegah Dehidrasi, Petugas Kesehatan Haji Bekali Jemaah Oralit

Muchlis mengingatkan, tantangan sebenarnya akan terlihat saat fase puncak ibadah haji. Itu akan terlihat saat mulai memobilisasi calon jemaah haji dari Madinah menuju Makkah yang dilakukan pada 10 Mei nanti.

“Kunci kesuksesan haji itu pada pergerakan, terutama di Armuzna. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan seluruh syarikah agar tidak ada gangguan saat puncak pergerakan jemaah,” terangnya.

Muchlis ingin, ketika ada calon jemaah haji yang pecah kloter, meski ada satu atau dua orang, tetap ada pendampingan dari syarikah. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.