Dark/Light Mode

Agar Jemaah Haji Dapat Informasi Valid, Saudi Gelar Workshop bagi Jurnalis Indonesia

Rabu, 6 Agustus 2025 05:43 WIB
Kepala BP Haji Mochamad Irfan Yusuf (berkopiah hitam) diapit pejabat dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi saat Workshop Penyelenggaraan Haji Tahun 1447 H/2026 M, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Foto: Nana Maulana/RM)
Kepala BP Haji Mochamad Irfan Yusuf (berkopiah hitam) diapit pejabat dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi saat Workshop Penyelenggaraan Haji Tahun 1447 H/2026 M, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Foto: Nana Maulana/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melakukan kunjungan ke Indonesia. Salah satunya memberikan workshop bagi jurnalis Indonesia terkait penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M.

Deputi Bidang Hubungan Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Hassan Al-Manakhra mengutarakan, tujuan pelaksanaan workshop bagi jurnalis ini yakni membuat dan menyelaraskan sistem informasi tentang haji menjadi satu sumber. Hassan yakin, dengan memperoleh informasi yang tepat, pada jemaah haji dan umrah dapat menjalankan ibadah mereka dengan nyaman dan tenang, sesuai aturan yang ditetapkan.

"Sebaliknya, jika informasi yang diberikan tidak valid, jamaah haji dan umrah akan merasa tidak nyaman dan aman," ujar Hassan, pada sambutannya di Workshop Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (5/7/2025).

Baca juga : ChildFund International Berkolaborasi Dengan Berbagai pihak di Indonesia

Manajer Media Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Moath menekankan pentingnya sumber informasi valid sebagai rujukan media-media Indonesia dalam pemberitaan haji dan umrah. "Tujuan kita memberikan informasi sumber-sumber terpecaya dari Arab Saudi agar mendapatkan hal-hal yang valid," ujar Moath.

Dia menerangkan, informasi haji dan umrah dalat diperoleh melalui beberapa kanal resmi milik Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Media Arab Saudi, dan Kantor Berita Saudi (Saudi Press Agency/SPA). Tak hanya di website, informasi haji dan umrah juga dipublikasi melalui akun resmi media sosial milik Arab Saudi seperti di aplikasi X, Facebook, Instagram, dan YouTube.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan menyebut, haji menjadi salah satu perhatian yang besar bagi masyarakat Indonesia. Mungkin, kata dia, perhatian masyarakat di bidang haji jauh lebih besar dibandingkan perhatian di bidang politik.

Baca juga : Telkom Regional 2 Gelar Workshop Strategi Viral Marketing UKM Kuliner

"Karena yang terjadi di haji selalu pembicaraan di masyarakat Indonesia. Untuk itu saya sepakat bahwa kita berupaya media menjadi salah satu faktor penting penyampaian informasi kepada masyarakat," ujar Gus Irfan, salam sambutannya. 

Menurut dia, workshop ini menjadi forum bagi Indonesia dan Arab Saudi untuk mengetahui bagaimana kebijakan-kebijakan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji tahun 2026. Gus Irfan mengatakan, Indonesia dan Arab Saudi memiliki cita-cita yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah haji

"Kita berpikir jemaah haji indonesia, Pemerintah Arab Saudi berpikir jemaah haji seluruh dunia. Mudah-mudahan dengan workshop ini kita bisa saling melengkapi," lanjut Gus Irfan.

Baca juga : Parliamentary Threshold Hilangkan Suara Rakyat

Terakhir, dia berterima kasih karena Pemerintah Saudi memilih Indonesia menjadi negara pertama dalam sosialisasi penyelenggaraan haji dan umrah untuk tahun 1447 H/2026 M.

"Kami dari Indonesia merasa terhormat menjadi destinasi pertama dari kunjungan tim dari Kementerian Haji Arab Saudi dalam rangka pelaksanaan workshop di seluruh dunia ini," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.