Dark/Light Mode

Beri Kuliah Tarawih, Abdul Mu’ti Ajak Umat Perkuat Ukhuwah di Ramadan

Rabu, 25 Februari 2026 15:09 WIB
Usai Salat Tarawih, Sekretaris Umum Muhammadiyah/Mendikdasmen Abdul Muti menandatangani tugas-tugas Ramadan siswa di Masjid Al Falah, Bendungan Hilir, Sudirman, Jakarta Pusat. (Foto: Dok. Muhammadiyah)
Usai Salat Tarawih, Sekretaris Umum Muhammadiyah/Mendikdasmen Abdul Muti menandatangani tugas-tugas Ramadan siswa di Masjid Al Falah, Bendungan Hilir, Sudirman, Jakarta Pusat. (Foto: Dok. Muhammadiyah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti mengajak umat Islam menjadikan Ramadan tidak hanya sebagai momentum ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana membangun kerukunan, persatuan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah (persatuan bangsa).

Ajakan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan kuliah Tarawih di Masjid Al Falah, Bendungan Hilir, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Menurut Mu’ti, Ramadan merupakan momentum untuk menjadi lebih baik secara bersama-sama dengan mengisi bulan suci melalui berbagai amalan ibadah yang disyariatkan.

Ia menjelaskan, berbagai keutamaan Ramadan, salah satunya dikenal sebagai syahru maghfirah atau bulan ampunan. Mu’ti mengutip hadis riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih”, yang artinya barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar dan doa, di antaranya, “Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa’fu ‘annī”, yang berarti memohon ampunan kepada Allah SWT.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga IT Pontianak Perkuat Distribusi BBM di Kalimantan Barat

Selain sebagai bulan ampunan, Ramadan juga disebut syahru shiyam, bulan diwajibkannya puasa sebagaimana ditegaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 184. Menurut Mu’ti, puasa menjadi lebih ringan ketika dijalankan dengan keikhlasan dan dilakukan secara bersama dalam lingkungan sosial yang mendukung.

“Di tempat kerja semua teman berpuasa, kita akan memiliki semangat untuk berpuasa. Begitu pula dalam keluarga semuanya berpuasa, maka semangat kita berpuasa menjadi semakin kuat,” ujarnya.

Mu’ti juga menyebut Ramadan sebagai syahru Quran, bulan Al-Qur’an, yang memiliki dua makna. Pertama, secara historis karena Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan sebagaimana disebut dalam Surat Al-Baqarah ayat 185. Kedua, Ramadan menjadi momentum memperbanyak membaca Al-Qur’an melalui tradisi tadarus yang dicontohkan Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril.

Menurutnya, memperbanyak membaca Al-Qur’an lebih ditekankan pada frekuensi dengan cara tartil, bukan sekadar jumlah bacaan.

“Banyak membaca Al-Qur’an dengan pelan-pelan, dengan penuh penghayatan dan penuh harapan agar mendapatkan hidayat dan mendapatkan kebaikan dalam kehidupan kita,” jelasnya.

Baca juga : Lazismu Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial Di Bulan Ramadan

Ramadan juga dikenal sebagai syahru sadaqah atau bulan sedekah. Mu’ti menjelaskan, kedermawanan Rasulullah SAW semakin meningkat di bulan Ramadan. Selain itu, Ramadan merupakan syahru ukhuwah, bulan persaudaraan, yang ditandai dengan banyaknya kegiatan sosial seperti buka puasa bersama.

Menurutnya, tradisi buka bersama di Indonesia bahkan diikuti masyarakat lintas agama, mencerminkan bahwa rahmat ajaran Islam dirasakan oleh semua kalangan.

“Bahkan buka bersama itu menjadi momen di mana semua orang bahagia,” ucapnya.

Mu’ti juga mengutip hadis Nabi yang menyebutkan bahwa orang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yakni saat berbuka puasa dan ketika bertemu Allah SWT di akhirat.

Karena itu, Ramadan disebut sebagai bulan persatuan dan kerukunan. “Saya kira kalau berbuka bersama itu tidak ada pertanyaan misalnya kelompok rukyat atau hisab, itu tidak ada perdebatan siapa yang berbuka duluan, semuanya sama,” selorohnya yang disambut tawa jamaah.

Baca juga : Pramono Klaim Sudah Tambal 6.000 Titik Jalan Berlubang di Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga menyaksikan lomba mewarnai gambar masjid untuk anak-anak, meresmikan Kantor Layanan Lazis Muhammadiyah, serta mengikuti buka puasa bersama.

Usai Salat Tarawih, Abdul Mu’ti dikerumuni para murid yang antre meminta tanda tangan tugas sekolah dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.