Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PMI Manufaktur Juli Kembali Ekspansi, Kadin Minta Tren Positif Dijaga
- Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara
- Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Temui Pimpinan DPR, Koalisi Buruh Minta RUU Ketenagakerjaan Segera Disahkan
Masjid Al-Ikhlas Centre Inisiatif Masyarakat RI Diresmikan di Kanada Barat
Senin, 3 Agustus 2026 13:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah tonggak bersejarah lahir di Benua Amerika Utara. Masjid Al-Ikhlas Centre, masjid pertama yang diinisiasi masyarakat Indonesia di Kanada Barat, resmi diresmikan sebagai simbol bahwa semangat gotong royong, wakaf, dan dakwah bangsa mampu melampaui batas negara serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat dunia, Sabtu (1/8/2026) waktu Kanada.
Masjid ini terwujud atas inisiatif Indonesian Muslim Community in Edmonton (IMCE), yang didukung penuh oleh gerakan wakaf kolaboratif yang dipelopori Cinta Quran Foundation. Melalui perjuangan bersama lebih dari 200.000 wakif dari Indonesia dan berbagai negara, serta dukungan para influencer, mitra fundraising, komunitas diaspora, hingga jajaran lembaga dan korporasi, dana sebesar 1.140.446,09 dolar Kanada atau sekitar Rp 14,6 miliar berhasil dihimpun untuk mewujudkan pusat ibadah dan pembinaan umat ini.
Peresmian dilakukan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Vancouver Nina Kurnia Widhi, Dewan Pembina Cinta Quran Foundation Ustadz Fatih Karim, pengurus IMCE, serta publik figur Tanah Air Nikita Willy dan suaminya Indra Priawan. Momen ini sekaligus menjadi puncak rangkaian roadshow dakwah Indonesia yang mengunjungi enam kota besar di Kanada. Selama roadshow tersebut, ribuan diaspora Indonesia dan masyarakat muslim mengikuti majelis ilmu, silaturahmi, serta gerakan wakaf yangberpuncak pada berdirinya Masjid Al-Ikhlas Centre.
"Meresmikan Masjid Al-Ikhlas Centre merupakan kebanggaan sekaligus momentum yang sangat bermakna. Saya menyaksikan perjalanan masjid ini sejak proses awal pembangunan hingga hari ini berdiri dengan indah,” ujar Konsul Jenderal Republik Indonesia di Vancouver Nina Kurnia Widhi, dalam keterangan Cinta Quran Foundation, Senin (3/8/2026).
Baca juga : Cinta Quran Foundation Gelar Amazing Muharram 15, Ajak Umat Reset Hati
“Semoga kehadirannya menjadi ruang yang mempererat persaudaraan, memperkuat peran masyarakat Indonesia di Kanada, sekaligus menjadi jembatan persahabatan Indonesia dan Kanada melalui nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan," sambungnya.
Masjid Al-Ikhlas Centre menjadi masjid ketiga di luar negeri yang berhasil diwujudkan oleh Cinta Quran Foundation, setelah Jepang dan Australia. Kehadirannya menandai berdirinya tiga masjid Indonesia di tiga negara dan tiga benua, sekaligus mempertegas bahwa wakaf Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat muslim di berbagai belahan dunia.
"Kita tidak sekadar meresmikan sebuah bangunan, tetapi meresmikan harapan. Masjid Al-Ikhlas Centre adalah bukti bahwa ketika umat bersatu, batas negara bukan lagi penghalang untuk menghadirkan manfaat. Wakaf tidak hanya membangun masjid, tetapi juga membangun peradaban yang akan terus mengalirkan kebaikan lintas generasi," kata Dewan Pembina Cinta Quran Foundation Ustadz Fatih Karim.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, Masjid Al-Ikhlas Centre akan dikembangkan sebagai Islamic Centre pertama Indonesia di Kanada Barat. Dengan kapasitas sekitar 100 jamaah, pusat kegiatan ini akan menjadi ruang pembelajaran Al-Qur'an, pembinaan keluarga, pengembangan generasi muda, layanan sosial, pemberdayaan komunitas, hingga dialog lintas budaya yang memperkuat harmoni di tengah masyarakat Kanada yang multikultural.
Baca juga : Nikita Willy, Pakai Hijab Tetap Glowing
Nikita Willy dan Indra Priawan yang turut mengikuti seluruh rangkaian safari dakwah di Kanada menyampaikan harapan agar masjid ini menjadi rumah yang menguatkan umat. "Kami berharap Masjid Al-Ikhlas Centre menjadi tempat bertumbuhnya persaudaraan, ruang bagi setiap orang untuk menemukan ketenangan, serta pusat lahirnya komunitas Muslim yang semakin kuat, saling menguatkan, dan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya," ungkap keduanya.
Peresmian Masjid Al-Ikhlas Centre bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari ikhtiar yang lebih besar. Setelah berhasil menghadirkan masjid pertama Indonesia di Kanada Barat, Cinta Quran Foundation akan melanjutkan pengembangan kawasan ini melalui akuisisi properti di sebelah masjid untuk dibangun menjadi Islamic Centre pertama Indonesia di Kanada Barat.
Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pendidikan Al-Qur'an, pembinaan keluarga, pengembangan generasi muda, layanan sosial, inkubasi kepemimpinan Muslim, hingga ruang kolaborasi lintas budaya yang memperkuat kontribusi Indonesia di tengah masyarakat Kanada.
Di usia ke-81 kemerdekaannya, Indonesia tidak hanya meninggalkan jejak melalui diplomasi dan kerja sama antarnegara, tetapi juga melalui gerakan wakaf yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dunia. Berdirinya Masjid Al-Ikhlas Centre menjadi tonggak baru kontribusi Indonesia dalam membangun peradaban Islam yang damai, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat global.
Baca juga : Nikita Willy, Berhijab Karena Doa Sang Anak
Dari Edmonton, sebuah perjalanan baru dimulai. Hari ini berdiri sebuah masjid. Esok akan tumbuh sebuah Islamic Centre. Dan dari tempat ini, semangat gotong royong, wakaf, dan dakwah Indonesia akan terus menghubungkan bangsa-bangsa melalui manfaat yang mengalir bagi generasi-generasi mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya