Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat kompetensi amil zakat melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Skema Kualifikasi 3 Bidang Pengelolaan Zakat.
Pelatihan yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (6/10/2026) tersebut diinisiasi Pusdiklat BAZNAS dan diikuti 51 peserta dari 18 lembaga zakat di Indonesia. Peserta berasal dari BAZNAS kabupaten/kota hingga Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Wakil Ketua BAZNAS Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Karena itu, pengelolaan zakat membutuhkan amil yang profesional dan memiliki kompetensi memadai.
“Kami berkomitmen menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi untuk memastikan amil di seluruh pelosok negeri tidak hanya memiliki semangat berkhidmat, tetapi juga dibekali keahlian, integritas, dan profesionalisme,” kata Zainut.
Baca juga : BAZNAS Salurkan 875 Paket Makanan untuk 3.500 Warga Palestina
Menurutnya, pelatihan tersebut mencakup 11 unit kompetensi dasar yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta sebelum mengikuti uji kompetensi atau sertifikasi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS.
Zainut berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan amil yang kompeten dan profesional sekaligus memiliki dedikasi tinggi dalam memperkuat pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel.
“Harapannya, lahir amil-amil zakat yang tidak hanya kompeten dan profesional, tetapi juga memiliki dedikasi tinggi untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak luas,” ujarnya.
Baca juga : BAZNAS Dan LPDB Perkuat Tata Kelola Program Pemberdayaan
Sementara itu, Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia Rindawati Maulina menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) amil yang kompeten dan berintegritas.
Menurut Rindawati, kualitas amil menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem dan inklusivitas keuangan sosial syariah, termasuk melalui peningkatan tata kelola lembaga pengelola zakat.
“Bapak dan Ibu memiliki fondasi baru untuk membangun tata kelola lembaga yang lebih baik dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Indonesia,” tutur Rindawati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusdiklat BAZNAS Sarniti, Kepala LSP BAZNAS Muhammad Choirin, jajaran panitia, para pengajar, serta seluruh peserta pelatihan.
Baca juga : Perkuat Tata Kelola Zakat, BAZNAS Bekali Pengurus UPZ Kementerian PU
Melalui pelatihan tersebut, BAZNAS dan BI mendorong peningkatan kapasitas amil agar pengelolaan zakat dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya