Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gempa M5,4 Guncang Pulau Karutung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
- Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol, Roma dan Como Ikut Raih Kemenangan
- PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik
- Persib Vs Melbourne Victory, Ujian Terberat Maung Bandung
- Gempa M5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami
Sumpah Pemuda, BPYC Ajak Ribuan Profesional Muda Kembangkan Kapasitas & Jejaring
Rabu, 28 Oktober 2026 15:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menyambut 98 tahun Sumpah Pemuda, Beyond Professional Youth Con (BPYC) 2026 mengajak ribuan profesional muda dari berbagai bidang dan generasi untuk mengembangkan kapasitas, memperluas jejaring, dan membangun kolaborasi di Chillax Sudirman, Jakarta Selatan, pada 31 Oktober–1 November 2026.
Kegiatan ini akan menghadirkan 56 pembicara, jejaring sekitar 50 komunitas, serta belasan kreator dan influencer, BPYC 2026 mengusung konferensi interdisipliner yang mempertemukan perspektif pemerintahan, teknologi, kesehatan, pendidikan, bisnis, industri kreatif, dan gerakan sosial.
Sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata, Revie Sylviana dari Meta, dr. Ryan Rhiveldi Keswani, Sp.BS; serta Riza Putranto, Willie Salim, Tsamara Amany, Fathia Fairuza, dan Annisa Rengganis.
Ketua Umum Beyond Professional Lutfi Dipa Nawahasta mengatakan, bahwa Bepro hadir sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi generasi muda dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi, industri, dan organisasi.
“Beyond Professional terbuka untuk semua. Kami ingin mempertemukan profesional muda, mahasiswa, pekerja, wirausahawan, dan penggerak komunitas agar dapat saling belajar, memperluas jejaring, serta menemukan peluang untuk berkembang, ” ujar Lutfi dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Baca juga : Momentum Sumpah Pemuda, Gerakan Indonesia Berfitrah Resmi Diluncurkan
Luthfi menegaskan, komitmen Bepro dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, dan pemberdayaan generasi muda melalui kolaborasi lintas sektor.
“Melalui BPYC 2026, kami membuka akses konferensi secara gratis agar semakin banyak anak muda memperoleh kesempatan belajar dan membangun jejaring," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite BPYC 2026 Rian Fahardhi menekankan, bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup hanya ditopang perubahan sistem, institusi, dan teknologi, tetapi juga membutuhkan pembangunan karakter manusia.
“Perubahan harus dimulai dari manusianya. Kita membutuhkan generasi profesional yang memiliki integritas, kompetensi, dan akuntabilitas," kata Rian.
Rian menambahkan, inilah karakter Beyond Professional yang ingin dibangun: manusia yang tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga menyadari tanggung jawab sosial dari keahliannya.
Baca juga : Sumpah Pemuda, Kapolres Kepulauan Seribu Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba & Judol
Salah satu keunikan BPYC 2026 adalah format panel “Tiga Generasi, Tiga Disiplin, Satu Pertanyaan Besar” , yang mempertemukan narasumber dari generasi dan bidang keahlian berbeda untuk mendiskusikan persoalan bersama.
“Kami ingin mempertemukan orang-orang yang mungkin jarang duduk dalam satu percakapan. Profesional teknologi dengan psikolog, pendidik dengan pelaku industri, hingga pejabat publik dengan kreator digital. Sebab tantangan masa depan tidak bisa dijawab hanya dari satu perspektif, ” kata Rian.
Selain konferensi profesional, BPYC 2026 menghadirkan Youth Talk sebagai ruang pertemuan para penggerak komunitas, organisasi sosial, dan inisiatif anak muda dari berbagai bidang.
Sekolah Tanah Air, gerakan sosial pendidikan yang diinisiasi Rian Fahardhi, turut terlibat sebagai mitra komunitas untuk memperluas jejaring kolaborasi.
Melalui gerakan Gotong Royong 1000 Sekolah, Sekolah Tanah Air mendorong perbaikan fasilitas belajar, penguatan literasi, dan peningkatan kualitas pendidikan melalui kerja sama lintas sektor.
Baca juga : Demo di Monas dan Gedung DPR Hari Ini, Dishub DKI Siapkan Rute Alternatif
Keterlibatan Sekolah Tanah Air bersama puluhan komunitas lainnya diharapkan mempertemukan ratusan pegiat komunitas dan relawan, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di bidang pendidikan, lingkungan, kreativitas, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat.
BPYC 2026 juga menghadirkan tujuh tema Youth Con, yakni Beyond Self, Beyond Wellness, Beyond Culture, Beyond Work, Beyond Education, Beyond Organization, dan Beyond Power.
Selain diskusi, peserta dapat mengikuti kegiatan walk-in interview serta program peningkatan keterampilan bersama UpYours melalui pendekatan upskilling dan reskilling.
Dengan semangat “Dari Kompetensi Menjadi Kontribusi” , BPYC 2026 ingin menghidupkan nilai kolaborasi Sumpah Pemuda melalui pertemuan lintas generasi, profesi, dan organisasi.
“Berbeda generasi, berbeda profesi, satu tanggung jawab. Kita mungkin memiliki jalan yang berbeda, tetapi berbagi tanggung jawab untuk membangun masa depan Indonesia," pungkas Rian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya