Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Salah Prediksi Jenis Kelamin Bayi, Pasutri AS Tuntut Klinik
Sabtu, 16 April 2022 08:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Robin dan Heather Wilhelm Routenberg, pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di New York, Amerika Serikat (AS), menuntut sebuah klinik kesuburan di kota tersebut. Pasutri itu merasa dibohongi, karena klinik salah memprediksi jenis kelamin bayi mereka.
Dilansir Oddity Central, kemarin, sebelumnya pasutri itu menjalankan program kehamilan di klinik tersebut. Heather mau hamil jika saja dia mendapat jaminan klinik bahwa akan punya bayi perempuan. Dan, klinik itu meyakinkan kedua pasangan ini, bahwa mereka akan mempunyai anak perempuan.
Baca juga : ASDP Terapkan Transaksi Non Tunai Di Pelabuhan Bajoe Dan Kolaka
Namun, setelah 15 pekan kehamilan, ketika di USG (ultrasonografi) ternyata jenis kelamin bayi yang lahir adalah laki-laki. Pasutri ini kaget. Mereka khawatir klinik itu salah menanamkan embrio dalam rahimnya.
“Saya merasa ada yang salah. Dan itu membuat saya takut,” ujar Heather. Kendati demikian, Heather tetap mempertahankan kehamilannya, dan tetap melahirkan bayi laki-laki.
Baca juga : Menhub Pastikan Tidak Ada Penyekatan
Tapi, pasutri itu tetap tidak terima. Mereka menganggap klinik tersebut tidak melakukan hal sebagaimana mestinya. “Anak ini tak bersalah. Klinik itu membuat kacau. Seharusnya saya dan anak saya sudah punya keterikatan sejak awal,” katanya. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya