Dark/Light Mode

Putra Sheikh Hasina: Ibu Saya Tidak Pernah Mengundurkan Diri Secara Resmi

Sabtu, 10 Agustus 2024 13:43 WIB
Sheikh Hasina melarikan diri ke India, setelah kerusuhan di Bangladesh menewaskan sedikitnya 300 orang. (Foto: Instagram)
Sheikh Hasina melarikan diri ke India, setelah kerusuhan di Bangladesh menewaskan sedikitnya 300 orang. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemimpin lama Bangladesh Sheikh Hasina belum mengundurkan diri sebagai perdana menteri, sebelum kabur ke India pada pekan ini. Info tersebut diungkap putra dan penasihat Hasina kepada Reuters, Sabtu (10/8/2024).

Hasina berlindung di New Delhi sejak 5 Agustus 2024, setelah aksi demo di negaranya menewaskan sekitar 300 orang. Mayoritas korban meninggal adalah mahasiswa.

Pelarian Hasina ke India mengakhiri pemerintahannya yang tidak terputus selama 15 tahun di negara berpenduduk 170 juta jiwa.

 "Ibu saya tidak pernah mengundurkan diri secara resmi. Dia tidak punya waktu,” kata putra Hasina, Sajeeb Wazed kepada Reuters dari Washington.

Wazed menjelaskan, Hasina sebetulnya telah berencana membuat pernyataan dan mengajukan pengunduran diri. Namun, Hasina tak ada waktu untuk mewujudkannya. Karena para pengunjuk rasa mulai berbaris di kediaman perdana menteri.

"Ibu saya bahkan tak sempat berkemas. Menurut aturan konstitusi, ibu saya masih menjadi perdana menteri Bangladesh,” papar Wazed.

Baca juga : Rapat Kerja IMA Sumsel Hasilkan Berbagai Usulan Pembangunan Daerah

Menurutnya, pembentukan pemerintahan sementara tanpa perdana menteri yang belum mengundurkan diri secara formal, dapat digugat di pengadilan. Sekalipun Presiden telah membubarkan parlemen usai berkonsultasi dengan kepala militer dan politisi oposisi.

"Partai Liga Awami Hasina akan ikut pemilihan berikutnya, yang harus diadakan dalam waktu tiga bulan,” ujar Wazed.

Pada kesempatan yang sama, Wazed menyampaikan apresiasinya kepada Khaleda Zia, kepala oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) sekaligus lawan politik Hasina.

Khaleda Zia mengimbau publik agar tidak melakukan balas dendam atau pembalasan apa pun setelah Hasina melarikan diri.

"Saya sangat senang mendengar pernyataan Khaleda Zia, yang membiarkan masa lalu berlalu. Mari kita lupakan masa lalu. Janganlah kita mengejar politik balas dendam. Kita harus bekerja sama, apakah itu pemerintahan persatuan atau bukan,” tutur Wazed.

Dia menyatakan siap bekerja sama dengan BNP untuk menggelar pemilihan demokratis di Bangladesh, dan memulihkan demokrasi.

Baca juga : Jokowi Minta OJK Dan BI Tingkatkan Perlindungan Di Sektor Ekonomi Digital

“Kami akan bekerja sama untuk memastikan bahwa kita memiliki demokrasi damai. Akan ada pemilihan yang bebas dan adil,” ujar Wazed.

“Saya percaya, politik dan negosiasi sangat penting. Kita bisa berdebat. Kita bisa setuju untuk tidak setuju. Dan kami selalu dapat menemukan kompromi," imbuhnya.

Soal kemungkinan menjadi kandidat perdana menteri Liga Awami, Wazed mengatakan, ibunya akan pensiun setelah masa jabatan ini.

"Tetapi jika partai menginginkan, saya pasti akan mempertimbangkan," ucapnya.

Wazed menuturkan, ibunya siap menghadapi persidangan, seperti yang diminta mahasiswa pemimpin pemberontakan.

"Ancaman penangkapan tidak pernah membuat ibu saya takut. Ibu tidak melakukan kesalahan apa pun. Hanya karena orang-orang di pemerintahannya melakukan hal-hal ilegal, bukan berarti ibu saya memerintahkannya. Itu tidak berarti ibu saya yang bertanggung jawab," beber Wazed.

Baca juga : Hari Anak Nasional, Asabri Percepat Penurunan Stunting di Kota Serang

Dia tidak mengatakan, siapa orang di pemerintahan yang bertanggung jawab untuk mengizinkan penembakan selama aksi protes.

"Pemerintah adalah mesin yang besar, besar. Mereka yang bertanggung jawab, harus dibawa ke pengadilan. Ibu saya benar-benar tidak memerintahkan siapa pun untuk melakukan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa. Polisi berusaha menghentikan kekerasan, tetapi beberapa petugas polisi menggunakan kekuatan yang berlebihan," urai Wazed.

Wazed menambahkan, pemerintahan ibunya telah melakukan penangguhan terhadap polisi yang menembak mahasiswa.  Apa yang bisa dilakukan, telah dilakukan.

Wazed bilang, dia dapat kembali ke Tanah Air kapan saja dia mau.

“Saya tidak pernah melakukan sesuatu yang ilegal. Jadi, bagaimana orang akan menghentikan saya? Partai politik tidak akan kemana-mana. Anda tidak dapat menghapus kami begitu saja. Tanpa bantuan kami, tanpa pendukung kami, Anda tidak akan dapat membawa stabilitas ke Bangladesh," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.