Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Saling Ejek, Kampanye Pilpres AS Memanas
Dikatain Gila, Harris Balas Serang Trump Pengecut
Selasa, 20 Agustus 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Suasana politik di Amerika Serikat (AS) semakin panas. Pasalnya, dua calon presiden (capres), Donald Trump dan Kamala Harris, saling lempar ejekan saat kampanye.
Kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump yakin, Kamala Harris dari Partai Demokrat lebih mudah dikalahkan daripada Joe Biden, meski beberapa jajak pendapat melaporkan, Wakil Presiden AS itu unggul tipis jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 5 November mendatang.
Keyakinan itu diungkapkan Trump saat berkampanye di Wilkes-Barre, Negara Bagian, Pennsylvania, AS, Sabtu (17/8/2024). Pebisnis properti itu juga menyebut Harris gila dan radikal.
Baca juga : Atap Dan Mesin Pompa Hilang, Toiletnya Rusak
Pennsylvania merupakan negara bagian yang menjadi fokus kampanye kedua kandidat capres. Harris juga melakukan tur menggunakan bus di Pennsylvania, yang dimulai di Pittsburgh Minggu (18/8/2024), menjelang dimulainya Konvensi Nasional Partai Demokrat di Chicago, Senin (19/8/2024).
Trump telah berusaha menggambarkan Harris sebagai orang yang sangat kiri dalam sejumlah kebijakan. Mantan Presiden AS itu juga terus menyerang Harris secara pribadi. Beberapa analis politik mengingatkan, gaya kampanye itu dapat merugikan suara Trump dari pemilih moderat.
“Pernahkah Anda mendengar tawanya? Itu adalah tawa orang gila,” kata Trump, seraya menambahkan, dia tidak senang dengan ilustrasi Harris di sampul majalah Time edisi terbaru.
Baca juga : Amanda Rawles, Syahdu Dilamar Di Tepi Danau
“Saya jauh lebih tampan daripada dia,” sarkas suami Melania Trump itu.
Harris yang melakukan kampanye di negara bagian, Pennsylvania, kata-katanya juga tak kalah tajam merespons ejekan Trump.
Dalam pidatonya, Harris menyinggung gaya kepemimpinan Trump, yang dia gambarkan pengecut dan merendahkan lawan daripada membahas soal rakyat.
Baca juga : Munas Golkar Digelar Besok, Bahlil Berpeluang Terpilih Aklamasi
“Kekuatan sejati seorang pemimpin diukur dari kemampuannya mengangkat orang lain, bukan merendahkan mereka,” tegas Harris di hadapan para pendukungnya.
Pidato Harris mencerminkan semangatnya untuk membawa perubahan dan memperjuangkan inklusivitas di AS.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya