Dark/Light Mode

Saling Ejek, Kampanye Pilpres AS Memanas

Dikatain Gila, Harris Balas Serang Trump Pengecut

Selasa, 20 Agustus 2024 06:20 WIB
Kamala Harris dan Donald Trump.
Kamala Harris dan Donald Trump.

RM.id  Rakyat Merdeka - Suasana politik di Amerika Serikat (AS) semakin panas. Pasalnya, dua calon presiden (capres), Donald Trump dan Kamala Harris, saling lempar ejekan saat kampanye.

Kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump yakin, Kamala Harris dari Par­tai Demokrat lebih mudah di­kalahkan daripada Joe Biden, meski beberapa jajak pendapat melaporkan, Wakil Presiden AS itu unggul tipis jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 5 No­vember mendatang.

Keyakinan itu diungkap­kan Trump saat berkampanye di Wilkes-Barre, Negara Ba­gian, Pennsylvania, AS, Sabtu (17/8/2024). Pebisnis properti itu juga menyebut Harris gila dan radikal.

Baca juga : Atap Dan Mesin Pompa Hilang, Toiletnya Rusak

Pennsylvania merupakan neg­ara bagian yang menjadi fokus kampanye kedua kandidat cap­res. Harris juga melakukan tur menggunakan bus di Pennsylva­nia, yang dimulai di Pittsburgh Minggu (18/8/2024), menjelang dimulainya Konvensi Nasional Partai Demokrat di Chicago, Senin (19/8/2024).

Trump telah berusaha meng­gambarkan Harris sebagai orang yang sangat kiri dalam sejumlah kebijakan. Mantan Presiden AS itu juga terus menyerang Harris secara pribadi. Beberapa analis politik mengingatkan, gaya kampanye itu dapat merugi­kan suara Trump dari pemilih moderat.

“Pernahkah Anda mendengar tawanya? Itu adalah tawa orang gila,” kata Trump, seraya me­nambahkan, dia tidak senang dengan ilustrasi Harris di sampul majalah Time edisi terbaru.

Baca juga : Amanda Rawles, Syahdu Dilamar Di Tepi Danau

“Saya jauh lebih tampan dari­pada dia,” sarkas suami Melania Trump itu.

Harris yang melakukan kam­panye di negara bagian, Penn­sylvania, kata-katanya juga tak kalah tajam merespons ejekan Trump.

Dalam pidatonya, Harris me­nyinggung gaya kepemimpinan Trump, yang dia gambarkan pengecut dan merendahkan lawan daripada membahas soal rakyat.

Baca juga : Munas Golkar Digelar Besok, Bahlil Berpeluang Terpilih Aklamasi

“Kekuatan sejati seorang pe­mimpin diukur dari kemam­puannya mengangkat orang lain, bukan merendahkan mereka,” tegas Harris di hadapan para pendukungnya.

Pidato Harris mencerminkan semangatnya untuk membawa perubahan dan memperjuangkan inklusivitas di AS.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.