Dark/Light Mode

Pemimpin Dunia Beri Ucapan Selamat Ke Presiden AS Terpilih Donald Trump

Rabu, 6 November 2024 20:03 WIB
Presiden Terpilih AS Donald Trump. (Foto/Charly Triballeau-AFP)
Presiden Terpilih AS Donald Trump. (Foto/Charly Triballeau-AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump dan Wakilnya JD Vance menang telak di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Ia berhasil meraih suara popular terbanyak sekaligus meraup suara elektoral lebih dari ambang batas minimal yang ditetapkan pada Rabu (6/11/2024).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung memberi selamat ke Donald Trump. Netanyahu menyebut perolehan Trump di Pilpres AS 2024 sebagai "kemenangan comeback terbesar sepanjang sejarah." Netanyahu juga menyinggung aliansi Israel dan AS di bawah kepemimpinan Trump.

"Kembalinya Anda ke Gedung Putih menawarkan awal baru bagi Amerika dan komitmen ulang yang kuat demi aliansi besar antara Israel dan Amerika. Ini adalah kemenangan besar!" kata Netanyahu via media sosial X, Rabu (6/11/2024).

Baca juga : Penghitungan Suara Berlangsung, Apa Kegiatan Biden, Harris Dan Trump?

Ucapan selamat juga datang dari Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Modi mengunggahnya di X (dulunya Twitter). Modi berharap dengan terpilihnya Trump, kolaborasi India dan AS semakin erat.

"Selamat yang sebesar-besarnya, sahabatku @realDonaldTrump atas kemenangan pemilu bersejarah Anda. Selagi Anda membangun kesuksesan masa jabatan Anda sebelumnya, saya berharap dapat memperbarui kolaborasi kita untuk lebih memperkuat Kemitraan Global dan Strategis Komprehensif India-AS. Bersama-sama, mari kita bekerja untuk kemajuan rakyat kita dan untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran global," ujarnya.

Ucapan selamat juga datang dari Negeri Jiran. PM Anwar Ibrahim mengucapkan selamat kepada Presiden AS terpilih Donald Trump lewat X. 

Anwar mengatakan, AS mengalami kebangkitan politik yang luar biasa atas kemenangannya dalam pemilihan presiden AS. Ia berharap, babak baru ini menghadirkan peluang baru bagi hubungan dua Malaysia dan Amerika, untuk melangkah maju demi tujuan bersama.

Baca juga : Letjen Marinir (Purn) Suharto: Selamat Bertugas Presiden Prabowo Subianto

"Amerika Serikat tetap menjadi sumber investasi asing terbesar bagi Malaysia dan pemain penting di kawasan Asia-Pasifik. Sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2025, Malaysia berharap bahwa Amerika akan menghidupkan kembali keterlibatannya dengan Asia Tenggara. Kami juga mendesak AS untuk menggunakan pengaruhnya yang besar untuk membantu mengakhiri kekerasan yang menghancurkan dan hilangnya nyawa di Palestina dan Ukraina," tulis Anwar.

"Kami berharap dapat bekerja sama erat dengan presiden yang akan datang untuk mendorong manfaat bersama bagi rakyat kedua negara kita," lanjutnya.

PM Singapura Lawrence Wong juga mengucapkan selamat atas kemenangan Trump dan Wakil Presiden Vance. Ucapan diunggah Wong di Facebook. Wong menulis, Singapura siap bekerja sama erat dengan pemerintahan baru, untuk memajukan hubungan bilateral dan untuk lebih memperkuat kemitraan AS di Asia Pasifik.

"Banyak yang mengikuti dengan saksama Pemilihan Presiden AS. Kini rakyat Amerika telah memilih dan memberikan mandat yang jelas kepada Presiden Trump. Ini akan menjadi masa jabatan kedua Presiden Trump. Kami senang menjadi tuan rumah baginya pada tahun 2018, ketika KTT AS-DPRK yang bersejarah diadakan di Singapura. Selama masa jabatan pertamanya, kami membuat langkah-langkah signifikan dalam memperkuat hubungan kami, terutama di bidang-bidang seperti pertahanan, ekonomi, dan perdagangan," kata PM Singapura.

Baca juga : Kenang Kode Sandi 08, Luhut: Selamat Bekerja Presiden Prabowo

"Tahun ini menandai peringatan 20 tahun Perjanjian Perdagangan Bebas AS-Singapura, satu-satunya perjanjian semacam itu antara AS dengan negara ASEAN. Perdagangan bilateral kami hampir meningkat tiga kali lipat sejak dimulainya, dan bersama dengan investasi Singapura ke AS, hal ini telah mendukung lebih dari 270.000 pekerjaan berkualitas tinggi di Amerika," lanjutnya. 

Berdasarkan penghitungan cepat The New York Times, Trump meraup 70.700.924 suara popular sementara lawannya dari Partai Demokrat, Kamala Harris, hanya meraup 65.846.569 suara.

Dari suara elektoral, Trump meraih 277 suara dari total 538 suara elektoral. Sementara itu, Harris meraih 224 suara elektoral. 

Dalam sistem pilpres AS, capres yang memenangkan 270 atau lebih suara elektoral keluar sebagai pemenang. Dengan sistem ini, seorang calon presiden bisa menang pilpres meski kalah suara popular (popular vote).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.