Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Dubes Kanada Jess Dutton Bertemu Menag, Bahas Beasiswa Universitas McGill
Kamis, 13 Februari 2025 04:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Kanada untuk Indonesia Jess Dutton menemui Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (7/2/2025). Kedatangan Dutton untuk menyampaikan undangan dan membahas pembaruan kerja sama beasiswa di Universitas McGill, Montreal, Quebec, Kanada.
Universitas McGill masuk dalam jajaran universitas terbaik di dunia. Kampus ini ada di ranking ke-45 dalam Peringkat Universitas Dunia Times Higher Education (THE) 2024. Universitas ini juga menduduki peringkat kedua di Kanada.
Baca juga : Dubes Rusia Sergei Tolchenov Senang Peminat Beasiswa Makin Banyak
Dubes Dutton ingin ada lebih banyak mahasiswa Indonesia yang dapat mengakses pendidikan tinggi tersebut. Program di Universitas McGill mencakup pemberdayaan ekonomi perempuan, kesetaraan gender, serta transisi energi.
“Kami berfokus pada transisi energi, pertanian berkelanjutan, rehabilitasi hutan bakau dan lahan gambut,” ujar Dubes Dutton, dikutip dari website Kemenag.
Baca juga : Dubes Yordania Sudqi Al Omoush Bertemu Menlu, Sampaikan Undangan Buat Prabowo
Presiden Universitas McGill akan mengunjungi Indonesia pada 23 Februari mendatang. Pada kunjungan tersebut, akan diadakan resepsi khusus untuk para alumni McGill yang kini berkiprah di Indonesia.
Dubes Dutton mengundang Menag untuk berpartisipasi pada acara tersebut. Menteri Nasaruddin Umar menyambut baik inisiatif ini. Dia siap menghadiri acara tersebut dan menjajaki peluang kerja sama lebih lanjut.
Baca juga : Temui Ketum Kadin, Bahas Hubungan Bisnis & Dagang
Nasaruddin menekankan pentingnya memperbarui serta memperkuat kemitraan pendidikan antara Indonesia dan Kanada.
“Dari tahun 1990 hingga 1992, bahkan hingga saat ini, masih banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di McGill. Namun, jumlahnya belum mengalami peningkatan signifikan,” kata Nasaruddin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya