Dark/Light Mode

Dubes Rusia Untuk Indonesia Sergei Tolchenov Bahas Kerja Sama Pemberantasan Narkotika

Rabu, 13 November 2024 06:56 WIB
Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov (kanan) bersama Kepala BNN Marthinus Hukom, di Jakarta, Senin (11/11/2024). (Dok. BNN)
Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov (kanan) bersama Kepala BNN Marthinus Hukom, di Jakarta, Senin (11/11/2024). (Dok. BNN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia merupakan salah satu destinasi wisata turis asal Rusia. Dari sekian banyak turis tersebut, ada beberapa yang ter­tangkap tangan telah menyalah­gunakan obat-obatan terlarang. Kondisi ini menjadi bahasan Duta Besar (Dubes) Rusia un­tuk Indonesia Sergei Tolchenov bersama Kepala Badan Nar­kotika Nasional (BNN) Mar­thinus Hukom di Gedung Tan Satrisna BNN, Jakarta, Senin (11/11/2024).

Berdasarkan data BNN, 40 ribu turis asal Rusia berkunjung ke Bali setiap tahunnya.

Baca juga : Temui Menhan, Menteri Transmigrasi Bahas Pengembangan Wilayah Perbatasan

“Kami siap bekerja sama dengan Indonesia melalui per­tukaran informasi untuk mem­bantu proses penyelidikan,” ujar Dubes Tolchenov.

Selain itu, lanjutnya, Pemerintah Rusia juga bersedia ber­bagi informasi dan pengetahuan dalam menangani permasalahan narkotika. Khususnya modus-modus yang kerap digunakan jaringan narkoba Rusia.

Baca juga : Sultan Bahas Kerja Sama Pertahanan Dan Pangan Bareng Senator Rusia

Dikutip dari keterangan tertu­lis BNN, Selasa (12/11/2024), kerja sama antara Indonesia dan Rusia di bidang pemberan­tasan narkoba diharapkan dapat memperkuat langkah preventif dan represif dalam menanggu­langi penyalahgunaan narkotika. Termasuk mempersempit ruang gerak jaringan internasional yang terlibat dalam perdagangan narkoba lintas negara.

Tugas pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika lintas negara ini ben­tuk nyata kerja sama antara Indonesia dan Rusia.

Baca juga : Bertemu Dokter Hewan Indonesia, Wamen Viva Bahas Sentra Sapi Perah Di Daerah

Marthinus Hukom menyam­but baik niatan Pemerintah Rusia memberantas kasus narkotika. Pasalnya, BNN mendapati ada beberapa turis asal Rusia yang terlibat dalam kasus narkotika.

“Sangat baik jika Pemerintah Rusia mau membantu dalam pengawasan penyebaran obat terlarang ini,” pungkas Marthi­nus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.