Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rencana Serangan Ke Kelompok Houthi, Disebar Ke Group WA Keluarga
Bocorin Info Rahasia, Menhan AS Diselidiki
Selasa, 22 April 2025 04:05 WIB
Sebelumnya
Ini kedua kalinya bos Pentagon itu disebut membagikan informasi militer yang sensitif di grup chat pribadi dengan orang-orang yang tidak berwenang.
Kebocoran pertama terjadi di grup yang diprakarsai Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz seperti tidak disengaja. Pemimpin Redaksi The Atlantic Jeffrey Goldberg dimasukkan ke dalam grup sehingga kasus kebocoran ini jadi pemberitaan The Atlantic.
Sedangkan di grup obrolan terbaru yang ada keluarganya, dibuat Hegseth menggunakan ponsel pribadi. Hegseth awalnya membuat grup Signal terpisah sebagai forum untuk membahas informasi administratif atau penjadwalan rutin.
Dua sumber NYT mengatakan, Hegseth biasanya tidak menggunakan obrolan Signal untuk membahas operasi militer yang rahasia. Sumber yang mengetahui grup obrolan itu mengatakan, para ajudan Hegseth sudah memperingatkannya. Tetapi, Hegseth tidak mau mendengar.
Baca juga : PM Selandia Baru Marah, Memilih Terjunkan Militer
Selnick dan Caldwell dituduh membocorkan informasi rahasia dan dipecat dari Dephan, pekan lalu. Keduanya bersama Colin Carroll, Kepala Staf Wakil Menhan Steve Feinberg, yang juga dipecat terkait kasus kebocoran ini, mengaku tidak bersalah.
“Sedang dilakukan peninjauan untuk menentukan sejauh mana Menhan dan personal Dephan lainnya mematuhi kebijakan dan prosedur penggunaan aplikasi pengiriman pesan komersial untuk urusan resmi,” tulis penjabat Inspektur Jenderal Dengan AS Steven Stebbins, dalam surat pemberitahuannya kepada Hegseth.
Baca juga : MARDANI ALI SERA : Data Penduduk Info Rahasia, Wajib Dilindungi
Pemecatan dan kekacauan seputar penyelidikan Inspektur Jenderal membuat situasi tegang dan banyak staf berniat mengundurkan diri. Kasper, salah satunya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya