Dark/Light Mode

Sehari Setelah Kapal Madleen Disita

Aktivis Lingkungan Greta Thunberg Sudah Tinggalkan Israel

Selasa, 10 Juni 2025 20:10 WIB
Aktivis lingkungan Greta Thunberg meninggalkan Israel dengan penerbangan ke Swedia, Selasa (10/6/2025). (Foto: X/Kemlu Israel)
Aktivis lingkungan Greta Thunberg meninggalkan Israel dengan penerbangan ke Swedia, Selasa (10/6/2025). (Foto: X/Kemlu Israel)

RM.id  Rakyat Merdeka - Israel mengumumkan telah mendeportasi aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg, sehari setelah kapal bantuan yang membawa dia dan 11 orang lainnya ke Gaza dicegat pasukan Israel di Mediterania.

“Greta Thunberg baru saja meninggalkan Israel dengan penerbangan ke Swedia (melalui Prancis),” tulis Kemlu Israel via X, dalam postingan yang memajang foto aktivis berusia 22 tahun itu duduk di pesawat, Selasa (10/6/2025).

Melansir BBC, pihak Prancis menyatakan, lima dari enam warga negara Prancis yang ditahan bersama Thunberg menolak menandatangani perintah deportasi. Saat ini, kelima orang tersebut bersiap menjalani proses hukum.

Baca juga : Israel Sita Kapal Amal Pembawa Bantuan Gaza, 12 Ditahan Termasuk Greta Thunberg

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan, konsulnya dapat menyaksikan enam warga negara Prancis yang ditangkap oleh otoritas Israel tadi malam. 

“Salah satu di antara mereka, setuju pergi secara sukarela dan akan kembali hari ini. Lima lainnya dikenai proses deportasi paksa,” katanya via X.

Barrot tidak mengidentifikasi siapa-siapa yang dimaksud. Namun, enam warga negara Prancis itu mencakup  Anggota Parlemen Eropa Rima Hassan dan dua wartawan, Omar Faiad dari Al Jazeera yang berbasis di Qatar dan Yanis Mhamdi dari publikasi daring Blast, yang menurut Reporters Without Borders sedang mendokumentasikan perjalanan Madleen.

Baca juga : Senayan Dukung Bulog Dapat Suntikan Modal

Selain Prancis dan Swedia, warga negara Brasil, Jerman, Belanda, Spanyol, dan Turki juga berada di atas kapal tersebut.

Freedom Flotilla Coalition (FFC), kelompok aktivis yang mengoperasikan kapal pesiar The Madleen, telah menuntut pembebasan segera untuk semua orang yang ditahan.

Kapal Madleen dicegat pada Senin (9/6/2025) pagi, saat hendak mengirimkan sejumlah bantuan simbolis ke Gaza. Kapal yang disebut Kementerian Luar Negeri Israel sebagai kapal pesiar swafoto itu menentang blokade maritim Israel dan menyoroti krisis kemanusiaan di sana.

Baca juga : Sehari Setelah Anjlok, IHSG Langsung Tancap Gas

Lewat postingan di platform media sosial X, Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan seluruh awak yang ditahan telah dipindah ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, setelah kapal itu tiba di pelabuhan Ashdod pada Senin (9/6/2025) malam.

"Mereka yang menolak menandatangani dokumen deportasi dan meninggalkan Israel akan dibawa ke hadapan otoritas peradilan, sesuai dengan hukum Israel, untuk mengesahkan deportasi," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.