Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dapat Ucapan Selamat Dari PM Anwar
Mahathir: Usia 100 Tahun Itu Berkah, Tetapi Juga Menakutkan
Kamis, 10 Juli 2025 20:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengucapkan terima kasih kepada PM Anwar Ibrahim, atas ucapan selamat ulang tahun ke-100 yang diberikan kepadanya.
Dalam podcast khusus yang disiarkan langsung di laman Facebook-nya, Mahathir menyebut usia 100 tahun sebagai sebuah berkah, sekaligus hal yang menakutkan.
"Saya senang menerima surat dari Anwar Ibrahim, yang mengucapkan selamat ulang ulang tahun ke-100. Terima kasih," kata Mahathir, seperti dikutip Malay Mail, Kamis (10/7/2025).
"Saya menerima banyak ucapan selamat ulang tahun ke-100. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang mengirimkan kue, bunga, surat, dan semua yang hadir untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke-100. Menjadi 100 tahun itu cukup menakutkan," lanjut politisi yang masih hobi nyetir sendiri.

Baca juga : Ida Mahmudah: Kemacetan Berkurang, Terutama Di Hari Rabu
Dalam foto yang dibagikan di akun Instagram pribadinya: @chedetofficial, Mahathir memposting enam foto yang menggambarkan suasana perayaan ulang tahun ke-100 di kediamannya, di Yayasan Kepemimpinan Perdana Putrajaya, Kamis (10/7/2025).
Antara lain, foto Mahathir yang mengenakan setelan jas kerah Shanghai warna biru tengah memotong tumpeng berbentuk angka 100.
Mahathir yang lahir di Alor Setar, Kedah pada 10 Juli 1925, merupakan perdana menteri keempat dan ketujuh Malaysia. Periode pertama masa jabatannya berlangsung pada tahun 1981 hingga 2003, sementara periode kedua tercatat pada tahun 2018 hingga 2020.
Dalam podcast-nya, Mahathir menyinggung beragam isu seperti konflik di Gaza.
Selain itu, dia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap negara-negara Asia seperti China dan Jepang yang berjuang keras memajukan ekonomi mereka, hingga menjadi salah satu kekuatan global di berbagai industri.
Baca juga : MK Dianggap Berikan Efek Jera Pelaku Politik Uang
Di luar itu, Mahathir juga menceritakan sedikit sejarah tentang bagaimana ia menjadi perdana menteri dan siapa saja yang mewujudkannya.
Mahathir merupakan sarjana kedokteran dari King Edward VII Medical College - bagian dari Universiti Malaya yang berbasis di Singapura, dan saat ini dikenal sebagai National University of Singapore -.
Dalam buku "A Doctor in the House: Memoirs of Tun Dr. Mahathir Mohamad", Mahathir mengungkap tanggal kelahiran sebenarnya adalah 10 Juli 2025. Namun, ayahnya mengubah tanggal kelahirannya menjadi 20 Desember 1925 pada akta kelahiran untuk memudahkan urusan pendaftaran sekolah.
Kiprah Mahathir di pemerintahan dimulai ketika dia ditunjuk oleh PM Abdul Razak Hussein untuk menduduki jabatan Menteri Pendidikan Malaysia pada tanggal 5 September 1974, hingga digantikan oleh Musa Hitam pada 31 Desember 1977.
Pada 1976 sampai 1981, Mahathir menjabat Wakil PM Malaysia, merangkap Menteri Pendidikan. Jabatan kabinet yang pernah diembannya adalah Menteri Perdagangan dan Industri, Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Keuangan.
Baca juga : Pesan Semangat Kartini Masa Kini, Bangkit Bersama PNM Mekaar
Pada 2 Januari 2020, Mazlee Malik yang saat itu menjabat menteri pendidikan mundur. Mahathir pun menunjuk dirinya sendiri untuk menjabat sebagai Menteri Pendidikan sementara hingga dirinya mundur bersama anggota kabinet pada 24 Februari 2020, menyusul krisis politik di Malaysia.
Di bawah pemerintahannya, Malaysia berhasil menjadi salah satu kekuatan ekonomi Asia pada tahun 1990-an. Keberaniannya mengkritik berbagai kebijakan negara-negara Barat membuat Mahathir dijuluki Soekarno Kecil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya