Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kunjungan Perdana Ke Rusia, Raja Malaysia Undang Putin Hadiri KTT ASEAN
Jumat, 8 Agustus 2025 04:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar mengaku kagum dengan kepemimpinan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pujian itu disampaikan Raja Malaysia saat melakukan kunjungan ke Rusia pada 5-10 Agustus 2025.
Ini merupakan kunjungan perdana Raja Malaysia ke Rusia sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada 1967.
Sultan Ibrahim mengatakan, Rusia sebagai rekan terpercaya dan penting bagi negeri jiran. Dia pun mengundang Putin menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pada Oktober mendatang.
Dikutip dari Channel News Asia, Kamis (7/8/2025), Sultan Ibrahim setibanya di Moskow disambut meriah. Putin menjamu rombongan di St. George’s Hall, Rabu (6/8/2025) malam waktu setempat.
Usai upacara penyambutan, Putin mengajak Sultan Ibrahim ke Green Room untuk melakukan dialog bilateral. Turut mendampingi Raja Malaysia, Menteri Pertahanan Mohamed Khaled Nordin, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Amran Mohamad Zin dan Duta Besar Malaysia untuk Rusia Cheong Loon Lai.
Baca juga : Perluas ACCD, BI Perkuat Layanan Transaksi Mata Uang Lokal di ASEAN
Sementara itu, Putin didampingi Asisten Presiden untuk Urusan Internasional Yury Ushakov, Menteri Pembangunan Ekonomi Maxim Reshetnikov, Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Valery Falkov, Wakil Menteri Luar Negeri Alexander Pankin dan Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin.
Usai diskusi bilateral, rombongan dijamu makan malam di Granovitaya Chamber, salah satu bangunan paling bersejarah di Moskow yang masih berdiri kokoh.
Dari Moskow, Sultan Ibrahim melanjutkan perjalanan menuju wilayah otonomi dengan populasi Muslim besar di Kazan, Tatarstan. Di sana, dia akan bertemu para petinggi lokal dan pemuka agama.
Rencananya, Sultan Ibrahim juga akan mengunjungi pabrik perakitan helikopter. “Yang Mulia Sultan Ibrahim menyatakan, kunjungan kenegaraan ke Rusia ini memperkuat hubungan dan kerja sama antara kedua negara. Malaysia memandang Rusia sebagai mitra terpercaya dan penting,” bunyi unggahan di laman Facebook Raja, Rabu (6/8/2025).
Sultan Ibrahim pun mengutip pribahasa Rusia yang berbunyi, “Persahabatan lebih berharga daripada uang.”
Baca juga : Kremlin: Pernyataan Trump Serius, Menyangkut Putin Secara Pribadi
“Dalam semangat persahabatan inilah saya yakin, kami akan terus membentuk arah hubungan kedua negara demi kepentingan seluruh rakyat kami,” ujar sang Raja.
Sultan Ibrahim juga mencatat, Malaysia termasuk di antara negara-negara ASEAN paling awal yang menjalin hubungan dengan Rusia pasca Perang Dunia II.
Dalam pidatonya, Putin mengatakan bahwa Rusia dan Malaysia telah membangun dialog politik yang kuat, memelihara interaksi pemerintahan yang erat dan membina hubungan berkelanjutan antara anggota parlemen mereka selama enam dekade terakhir. Kedua negara juga mencatatkan nilai perdagangan bilateral yang terus tumbuh lebih dari 40 persen dalam lima bulan pertama tahun 2025.
“Kami bekerja sama di berbagai platform internasional, terutama, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, seperti diketahui bersama, mempromosikan dialog dengan ASEAN, yang diketuai Malaysia tahun ini, tetap menjadi salah satu prioritas utama kebijakan luar negeri Rusia di Asia,” jelas Putin, dikutip dari situs web Kremlin, Kamis (7/8/2025).
Putin menambahkan, Rusia senang bisa menyambut Malaysia ke dalam organisasi BRICS (Brazil, Rusia, India, China, South Africa)sebagai negara rekanan/partner. Sebagai Ketua ASEAN, Malaysia juga berencana membahas status Rusia sebagai dialogue partner ASEAN, yang telah terjalin sejak 1996.
Baca juga : Ketekunan Berbuah Apresiasi, Nasabah PNM Palembang Ikuti Studi Banding UMKM
Kunjungan bersejarah Raja Malaysia ke Rusia ini menyusul kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim ke Negeri Beruang Merah. Anwar telah melakukan dua kali kunjungan ke Rusia selama dua tahun terakhir. Yang teranyar pada Mei lalu. Selain berupaya memperluas kerja sama bilateral, dia juga berupaya memperkuat hubungan antara Rusia dan ASEAN.
Para analis sebelumnya mengatakan kepada CNA bahwa keputusan Anwar memperkuat hubungan ASEAN-Rusia, dapat meresahkan beberapa negara anggota dan mitra dialog ASEAN. Seperti Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya