Dark/Light Mode

Gelar Pertemuan Besar Di Gedung Putih, Trump Yakin Perang Gaza Bakal Berakhir

Kamis, 28 Agustus 2025 04:06 WIB
Presiden Donald Trump (kiri) bersama Steve Witkoff di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Februari 2025.
Presiden Donald Trump (kiri) bersama Steve Witkoff di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Februari 2025.

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan memimpin pertemuan besar di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (27/8/2025) waktu setempat. Pertemuan itu untuk membahas rencana perdamaian konflik Israel-Hamas di Jalur Gaza, Palestina.

Pertemuan ini sebagai langkah komprehensif untuk mengakhiri perang yang telah terjadi selama setahun lebih yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil.

Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff menyatakan, Washington optimistis konflik bisa diselesaikan sebelum akhir tahun.

“Kami pikir ini akan selesai dengan satu atau lain cara,” ujarnya dalam wawancara dengan Fox News.

Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu Menlu Israel Gideon Saar di Washington DC, pukul 15.15 waktu setempat.

Baca juga : Pertamina Luncurkan Penerbangan Perdana SAF Berbahan Baku Minyak Jelantah

Pertemuan itu akan membahas arah diplomasi kawasan. Trump, yang menjanjikan penyelesaian cepat konflik Gaza saat kampanye Pilpres 2024, kini memasuki bulan ketujuh masa jabatan keduanya.

Dia sempat memfasilitasi gencatan senjata selama dua bulan. Namun, kesepakatan itu runtuh pasca serangan Israel yang menewaskan 400 warga Palestina pada 18 Maret lalu.

Sejak 7 Oktober 2023, serangan Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina dan memicu krisis kemanusiaan besar, termasuk kelaparan dan pengungsian massal.

Warga Israel Demo

Sementara, ribuan warga Israel kembali turun ke jalan di Tel Aviv, Selasa (26/8/2025). Mereka menuntut pembebasan sandera dan penghentian perang.

Aksi itu bertepatan dengan rapat kabinet. Sejak pagi, demonstran memblokir jalan utama di pusat kota, membawa bendera Israel serta foto para sandera. Menjelang

Baca juga : H-1 Pertemuan Putin-Trump di Alaska, Kremlin Beberkan Poin-Poin Ini

malam, jumlah massa kian membesar dan memadati “Lapangan Penyanderaan”, pusat aksi protes yang telah berlangsung berbulan-bulan.

“Pemerintah mengecewakan kami. Kami tidak akan menyerah sampai semua sandera pulang,” teriak demonstran, sambil membunyikan klakson dan menabuh drum.

Kemarahan juga datang dari keluarga korban. Ruby Chen, ayah salah satu sandera, mengecam Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang lebih mementingkan operasi militer daripada keselamatan tawanan.

“Perdana Menteri memprioritaskan penghancuran Hamas daripada pembebasan sandera. Dia rela mengorbankan 50 sandera demi kepentingan politik,” sentil Chen.

Meski rapat kabinet digelar pada Selasa malam, Netanyahu belum memberikan kepastian arah kebijakan mengenai sandera di Gaza.

Baca juga : Gelar Pertemuan Dengan PLN, Eddy Soeparno Dukung Pengembangan PLTN

“Kami baru saja selesai rapat kabinet. Saya tidak bisa menjelaskan terlalu banyak. Tapi saya akan mengatakan satu hal, ini dimulai di Gaza dan akan berakhir di Gaza,” ujarnya, singkat.

Tekanan terhadap Israel semakin besar setelah serangan udara menewaskan sedikitnya 20 orang di sebuah rumah sakit Gaza, Senin (25/8/2026). Termasuk lima jurnalis dari Al-Jazeera, Associated Press dan Reuters. Militer Israel selalu berdalih, serangan menargetkan Hamas. Namun membenarkan akan meninjau ulang proses otorisasi operasi.

Qatar, sebagai mediator, mendesak Israel segera merespons proposal gencatan senjata baru dari Hamas.

“Tanggung jawab kini berada di pihak Israel,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.