Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
World Diving Chess Championship: Main Catur Sambil Nyelam Di Groningen
Selasa, 13 Januari 2026 10:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebuah turnamen catur unik telah sukses digelar di Groningen, Belanda. Kompetisi yang dikenal dengan nama World Diving Chess Championships ini menawarkan sensasi main catur sambil nyelam.
Dilansir ChessBase, kejuaraan ini merupakan perpaduan olahraga catur dan freediving. Kombinasi ini menantang kemampuan mental sekaligus ketahanan fisik para pesertanya secara bersamaan dalam satu waktu.
Aturan mainnya cukup menguras stamina: setiap pemain harus menyelam dan menahan napas hanya untuk melakukan satu langkah catur. Karena papan diletakkan di dasar kolam, para peserta dituntut memiliki konsentrasi tinggi, kemampuan mengambil keputusan yang kilat, serta kontrol pernapasan yang mumpuni di bawah tekanan air.
Baca juga : Maung Bandung Kalah Di Singapura, Lolos 16 Besar Tertunda
Meskipun menyandang titel "kejuaraan dunia", ajang ini sebenarnya tidak berada di bawah otoritas resmi Federasi Catur Dunia (FIDE).
Berdasarkan informasi dari Chess Festival Groningen, kompetisi ini merupakan bagian dari festival catur tematik yang bersifat hiburan dan demonstratif.
"Tujuannya adalah memberikan pengalaman catur yang kreatif dan berbeda, baik bagi para pemain maupun penonton yang menyaksikan," tulis penyelenggara dalam situs resminya.
Baca juga : Man City Di Atas Angin, Leverkusen Tetap Jadi Ancaman
Melansir The Phoenix, kompetisi yang dihelat pada 29 Desember 2025 tersebut melahirkan juara baru. Master FIDE asal Belanda, Zyon Kollen, berhasil menyabet gelar World Diving Chess Championship.
Sementara itu, untuk kategori wanita, gelar juara jatuh kepada Josephine Damen. Gadis berusia 17 tahun ini sukses menempati peringkat tertinggi di antara peserta perempuan lainnya.
Uniknya, turnamen ini juga diikuti berbagai kelompok usia, termasuk tiga anak berusia sepuluh tahun yang tak gentar bersaing melawan para pemain dewasa berpengalaman.
Baca juga : Liga Champions: Man City Dominan, Chelsea Imbang
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya