Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sekutu AS Mulai Merapat Ke China
Trump: Sangat Berbahaya
Sabtu, 31 Januari 2026 06:10 WIB
Sebelumnya
Kunjungan empat hari Starmer ke China menjadi yang pertama bagi pemimpin Inggris sejak 2018. Kanada pun mengambil langkah serupa. Mark Carney tercatat sebagai PM Kanada pertama yang mengunjungi China sejak 2017, bahkan menyebut Beijing sebagai mitra yang “lebih dapat diprediksi”.
Pernyataan Trump bertolak belakang dengan penilaian pelaku usaha. Ketua Kamar Dagang Inggris di China, Chris Torrens, memuji kunjungan Starmer ke Beijing.
“Masuk akal bagi Inggris bekerja sama dengan China. China adalah salah satu mitra dagang terbesar,” ujarnya.
Baca juga : Prilly Latuconsina, Banjir Permintaan Koneksi Di LinkedIn
Gelombang kunjungan ke Beijing juga datang dari negara-negara Barat lain. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu Presiden Xi Jinping di awal tahun. PM Irlandia Micheal Martin dan PM Finlandia Petteri Orpo menyambangi China bulan ini. Kanselir Jerman Friedrich Merz dijadwalkan bertemu Xi pada akhir Februari.
Ironisnya, di tengah kritik keras terhadap sekutunya, Trump dikabarkan berencana melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada April mendatang.
Pengamat hubungan internasional dari Asia Centre Jean-Pierre Cabestan menilai, langkah para pemimpin Barat ini sebagai sikap realistis menghadapi dunia yang makin tidak menentu.
Baca juga : Siapa Ketua Dewan Pembina PSI, Jokowi Atau Jeffrie Geovanie?
“Banyak pemimpin kini lebih rasional dalam menyikapi China di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.
Sementara, Xi Jinping menyambut hangat arus kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran para pemimpin dunia ke Beijing menunjukkan China tetap menjadi pemain penting di panggung global dan tidak terisolasi, meski hubungannya dengan AS terus diwarnai gesekan. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Sabtu, 31 Januari 2026 dengan judul "Sekutu AS Mulai Merapat Ke China Trump: Sangat Berbahaya"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya