Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Netanyahu Klaim Hancurkan Program Nuklir Iran: Israel Kini Lebih Kuat
Minggu, 12 April 2026 05:59 WIB
Sebelumnya
Netanyahu juga menyebut Israel menyerang industri baja Iran dan sebagian besar fasilitas petrokimia, yang menjadi sumber pendanaan Garda Revolusi. Serta menyerang pabrik gas terbesar, depot bahan bakar, jembatan, rel kereta, juga puluhan pabrik industri senjata.
"Ini adalah perubahan besar. Ada yang berkata tidak ada pencapaian, tetapi pencapaian kita sangat besar. Rezim itu kini melemah, bahkan memohon gencatan senjata," ucap Netanyahu.
"Iran tidak lagi sama, dan Israel juga tidak lagi sama. Mereka yang mengancam menghancurkan kita kini berjuang untuk bertahan hidup," sambungnya.
Lebanon Disebut Minta Damai
Dalam pidatonya, Netanyahu juga menyinggung soal negara-negara sekutu Iran yang disebutnya sebagai lengan gurita. Satu hal: Israel tidak akan membiarkan organisasi teroris berada di perbatasan.
Baca juga : Eddy Soeparno Ajak Kampus Dukung Program Prabowo Percepat Transisi Energi
Netanyahu menyebut Israel telah menguasai lebih dari 50 persen wilayah di Gaza. Di Suriah, Israel berada hingga Gunung Hermon dan Yarmouk. Di Lebanon, terjadi perubahan besar. Nasrallah telah disingkirkan, bersama Hizbullah.
Netanyahu pun menuturkan, Israel telah menggagalkan rencana invasi ke Galilea oleh pasukan Radwan. Israel telah menghancurkan infrastruktur mereka dan menciptakan zona keamanan 8–10 km.
"Lebanon kini bahkan meminta pembicaraan damai langsung, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kita menyetujui dengan syarat: pelucutan Hizbullah dan perjanjian damai nyata," ujar Netanyahu.
"Bukan hanya Lebanon. Banyak negara kini ingin bekerja sama dengan kita. Kekuatan menarik, kelemahan menolak. Israel kini lebih kuat dari sebelumnya: kekuatan regional bahkan global," lanjutnya.
Baca juga : Acha Septriasa Kritik Program MBG, Warganet: Justru Membantu Anak di Desa
Netanyahu menganggap pencapaian Israel masih belum selesai. Masih ada material nuklir di Iran yang harus dihilangkan melalui kesepakatan atau cara lain.
"Kita bekerja erat dengan Presiden Donald Trump dan Amerika Serikat, hubungan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Semua ini berkat pilot kita, tentara kita, para pahlawan yang gugur, yang terluka, dan juga kalian, warga Israel. Kalian berdiri teguh, saya salut kepada kalian," ujar Netanyahu.
"Kita akan terus bertindak, terus berjuang, dan terus menang," pungkasnya.
Baca juga : Trump Klaim Iran Sudah Hancur, Serukan Negara-Negara Amankan Selat Hormuz
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya