Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Peduli Sejak Dini, Siswa JIS Buat Proyek Air Bersih Water Guardian untuk Warga
RM.id Rakyat Merdeka - Total korban jiwa akibat gempa berkekuatan 7,8 skala Richter di lepas pantai selatan Pulau Mindanao Filipina pada Senin (8/6/2025) pagi pukul 07.37 waktu setempat telah mencapai 32 orang. Sementara korban luka berjumlah 134 orang.
Pusat gempa yang memicu peringatan tsunami di beberapa negara - seperti Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Australia - berjarak sekitar 20 km (12,4 mil) dari lepas pantai provinsi Sarangani. Getaran terasa kuat di seluruh Mindanao, yang berjarak 420 km dari Kota Manado di Pulau Sulawesi, Indonesia.
Warga di lokasi yang paling terdampak, Kota General Santos yang berpenduduk 700.000 jiwa, mengungkap rasa takut yang mereka rasakan saat gempa mengguncang daerah tersebut. Gempa itu berbeda dari apa pun yang pernah mereka alami sebelumnya.
"Ini pertama kalinya saya mengalami sesuatu yang begitu kuat, sampai-sampai saya tak bisa menahan air mata. Saya memikirkan anak-anak dan keponakan saya, bagaimana jika sesuatu terjadi pada mereka?" kata Jojo Calma (44), yang sedang mengendarai becak motornya di depan sebuah bangunan yang mendadak runtuh, seperti dikutip Reuters.
Baca juga : Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
Calma mengatakan, anak-anaknya sedang berada di sekolah ketika gempa terjadi. Beruntung, mereka selamat. Tapi, rumah saudara kandungnya hancur. "Syukurlah mereka baik-baik saja," katanya.
Gempa tersebut terjadi tepat ketika sekolah-sekolah kembali dibuka setelah libur panjang. Filipina mengerahkan militer dan tim penanggulangan bencana, dan pihak berwenang sedang memverifikasi laporan awal tentang 32 orang tewas dan 134 orang luka-luka di seluruh Mindanao.
Peringatan tsunami dibatalkan setelah lebih dari enam jam di Filipina selatan, Indonesia utara, dan negara bagian Sabah di Pulau Kalimantan, Malaysia, di mana penduduk di daerah pesisir telah diperintahkan untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Bencana itu terjadi delapan bulan setelah Filipina mengalami gempa paling mematikan dalam 12 tahun terakhir. Yakni gempa 6,9 skala Richter Cebu yang menewaskan 79 orang pada 30 November 2025.
Baca juga : Gempa M4,2 Guncang Cilacap Jawa Tengah, Episenter di Laut
Dalam konferensi pers, petugas penanggulangan bencana Bong Dacera mengatakan, pihak berwenang belum dapat memulai penilaian struktural di General Santos mengingat gempa susulan yang masih terjadi.
Mengutip data Badan Seismologi Filipina, hingga saat ini tercatat lebih dari 200 gempa susulan. Sembilan di antaranya terhitung gempa kuat dan dirasakan di seluruh Mindanao. Paling kuat, berkekuatan 6,7 magnitudo.
Toko-toko dan bangunan di General Santos mengalami kerusakan. Ada yang hancur papan nama dan kaca, ada pula yang hancur menjadi tumpukan beton dan puing-puing.
"Ketika saya sampai di rumah, tidak ada listrik dan air. Kami semua terdampak, kami tidak punya air minum," kata Jayson Manarca, seorang pengemudi becak berusia 30 tahun.
Baca juga : Bar Di Resor Ski Mewah Crans-Montana Swiss Kebakaran, 40 Tewas 100 Luka-Luka
Satu rumah sakit dievakuasi, menyusul kekhawatiran retaknya lantai atas. Salah satu bangunan di Universitas Notre Dame of Dadiangas di General Santos dilaporkan runtuh, untungnya tidak ada seorang pun di dalamnya.
Rekaman video yang dibagikan salah satu sekolah pada saat gempa terjadi memperlihatkan sekelompok besar anak-anak duduk di lantai. Mereka tampak bergoyang cepat dari sisi ke sisi. Sebagian memeluk guru, sebelum melarikan diri secara massal saat tempat perlindungan darurat runtuh di belakang mereka.
Kepala Kepolisian Kota Alabel di Sarangani, Benjie Ancheta mengatakan, gempa yang terjadi saat upacara pengibaran bendera polisi itu menyebabkan beberapa orang pingsan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya