Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- OTT Bupati Lombok Barat, KPK Sita Duit Ratusan Juta
- KPK Kembangkan Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Madya Banjarmasin
- Sah, Kylian Mbappe Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026
- Kemenag Hadirkan Aplikasi AMAN untuk Permudah Pelaporan Kekerasan
- Pramono Diledek Istri Usai Argentina Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Kepala Bappenas Umumin Rencana Pendirian Sekolah Kopi Nusantara
Minggu, 19 Juli 2026 23:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) aktif mendorong pengembangan sektor perkebunan dan Sumber Daya Manusia (SDM) kopi nasional melalui Sekolah Kopi Nusantara.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengumumkan rencana pendirian Sekolah Kopi Nusantara dalam pertemuan terbatas bersama pegiat Diplomasi Kopi, Dewan Kopi Indonesia (Dekopi), dan Kementerian Pertanian di Wisma Widya Chandra, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
"Kopi Indonesia pernah menjadi juara dunia. Kita harus kembalikan masa kejayaan itu. Untuk itu kita merencanakan mendirikan Sekolah Kopi Nusantara," ujar Rachmat.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (tengah) dalam pertemuan terbatas bersama pegiat Diplomasi Kopi, Dewan Kopi Indonesia (Dekopi), dan Kementerian Pertanian di Wisma Widya Chandra, Jakarta, Jumat (17/7/2026). (Foto Pegiat Diplomasi Kopi)
Pertemuan ini digelar menyikapi kondisi ironis: saat harga kopi dunia naik, produksi kopi nasional justru menurun. Hadir mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Swedia Bagas Hapsoro, mantan Dubes Indonesia untuk Slovakia Djumantoro Purbo, Ketua Umum Dekopi Rusman Heriawan, Wakil Ketua I Dekopi A. Syafrudin, dan Plt. Direktur Hilirisasi Kementan Hendratmojo Bagus Hudoro.
Baca juga : Presiden Prabowo Diapresiasi Mampu Jadi Penyeimbang Berbagai Kepentingan
Rapat juga membahas masukan dan arahan strategis Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno yang disampaikan dalam pertemuan bersama dengan para pegiat Diplomasi Kopi dan Dewan Kopi Indonesia pada 9 Juli 2026. Dubes Bagas Hapsoro menyampaikan masukan Wamenlu Arif Havas.
Pertama, Wamenlu Havas menekankan perlunya replantasi besar-besaran karena sebagian besar kebun rakyat sudah tua dan kurang produktif.
Kedua, segera ditingkatkan dilakukan pemetaan lahan berbasis AI dan satelit agar kopi Indonesia punya "Paspor Digital" dan lolos regulasi bebas deforestasi Uni Eropa.
Terakhir, ketiga, pembukaan pasar baru (new market) seperti Turki, Timur Tengah, dan Australia selain pasar tradisional AS dan Eropa.
Baca juga : Komisi X Usulkan Regrouping Sekolah Negeri Sepi Peminat
Dubes Djumantoro Purbo menekankan peran kopi sebagai instrumen diplomasi kebudayaan. Metode "giling basah", "petik merah", dan "kopi tubruk" dinilai layak diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
"Kopi adalah narasi budaya yang memperkuat citra Indonesia di dunia," ujarnya.
Dari sisi produksi, A. Syafrudin Wakil Ketua Dekopi menyoroti tantangan di hulu: tanaman tua, dampak iklim, dan perlunya sinergi antar kementerian. Kementan menargetkan hilirisasi 100.000 hektar kopi dalam 3 tahun ke depan dengan fokus peremajaan dan pengendalian OPT.
Rumah SDM & Branding
Sekolah Kopi Nusantara dirancang sebagai pusat penguatan SDM dari hulu ke hilir. Kurikulumnya mencakup penanaman, pengolahan, riset hilirisasi, hingga pelatihan barista dan Q-Grader berstandar internasional.
Baca juga : Wakil Kepala BGN Tinjau Pelaksanaan MBG, Pastikan Sesuai Standar
"Ini bukan sekadar sekolah barista, tapi soal kedaulatan kopi Indonesia," sebut Rachmat. Sekolah ini, sambungnya, juga akan menjadi rumah bagi sertifikasi, standarisasi, diplomasi budaya, dan edukasi wisata kopi.
Pegiat Diplomasi Kopi Bagas Hapsoro mengusulkan 3 kunci agar tidak seremonial, yaitu: perlu Link & Match dengan industri seperti eksportir, roaster, dan koperasi seperti ALKO. Jangkauan ke sentra petani di daerah, tidak hanya di Jakarta. Branding internasional setara Speciality Coffee Association (SCA) agar lulusan diakui global.
Pertemuan ditutup dengan komitmen koordinasi rutin antara Bappenas, Kemlu, Kementan, Kemdag, Dekopi, Pegiat Diplomasi Kopi, dan lainnya. 18 Juli 2026 juga dicanangkan sebagai "Hari Kebangkitan Kopi Nasional".
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya