Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Inter Milan Vs Monza, Ular Menjaga Mahkota
- Andalkan Sayap Macarena, McLaren Incar Hattrick Di Sirkuit Zandvoort
- Kasus Bappenda Kabupaten Bogor, KPK Sita Duit Rp 1,5 M
- KPK Usut Dugaan Pemotongan Upah Pungut di Bappenda Kabupaten Bogor
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Demi Perdamaian Di Semenanjung Korea
China Vs AS Memanas, Korsel Diminta Netral
Sabtu, 22 Agustus 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi meminta Korea Selatan (Korsel) tidak berpihak dalam rivalitas Beijing-Washington. Dia berharap, Seoul tetap independen dan menjaga hubungan baik dengan China maupun Amerika Serikat (AS) demi meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.
Permintaan itu disampaikan Wang Yi saat bertemu Penasihat Keamanan Nasional Korsel Wi Sung Lac di Seoul, Kamis (20/8/2026).
Dalam kunjungannya ke Negeri Ginseng pada 19-20 Agustus 2026, Wang Yi juga mendorong Seoul mengambil langkah untuk mendinginkan ketegangan di Semenanjung Korea. Menurut Beijing, kebijakan konfrontatif terhadap Korea Utara (Korut) bukan jalan keluar.
Baca juga : Cinta Laura, Nikmati Menua
“Solusi mendasar atas ketegangan di Semenanjung Korea terletak pada penanganan akar permasalahan serta desakan agar Amerika Serikat meninggalkan kebijakan bermusuhannya terhadap Korea Utara,” kata Wang Yi dikutip Xinhua, Jumat (21/8/2026).
“China akan senang melihat semenanjung itu bergerak menuju koeksistensi damai antara Korea Selatan dan Korea Utara,” imbuhnya.
Wang Yi juga menyerukan dimulainya kembali dialog dan pemulihan kepercayaan antara kedua Korea.
Baca juga : Kunjungi Korban Gempa NTT, Gibran Boyong Mahasiswa UI
Kantor Kepresidenan Korsel menyebut Wang Yi juga mengundang Wi Sung Lac berkunjung ke Beijing. Sebaliknya, Wi Sung Lac meminta masukan China mengenai kerja sama konstruktif dalam menjalankan kebijakan Seoul terhadap Pyongyang.
Pasalnya, Pemerintah Korsel tengah berupaya membuka kembali dialog dengan Korut. Seoul mendorong pendekatan bertahap dan pragmatis terhadap denuklirisasi, dimulai dari penghentian program nuklir Korut.
China juga berharap, Korsel dapat mencapai otonomi strategis yang sesungguhnya.
Baca juga : Kita Bisa Kurangi Impor Bawang Putih
Wang Yi berharap, Korsel dapat mencapai otonomi strategis yang sejati, menghindari konfrontasi antarblok dan tidak memihak, serta mengembangkan hubungan dengan negara-negara adidaya.
“Termasuk China dan Amerika Serikat, secara paralel dan tanpa pertentangan,” ucapnya.
Sebelumnya, Korsel mengecam peluncuran lebih dari 10 rudal balistik jarak pendek oleh Korut pada 20 Agustus 2026. Sikap antisipatif ditunjukkan dengan memerintahkan militernya untuk menjaga kesiapsiagaan penuh selama latihan gabungan dengan AS yang sedang berlangsung.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya