Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Prabowo: BRICS Wadah Menyatukan Suara Negara Berkembang
Minggu, 13 September 2026 18:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, BRICS memiliki peran strategis sebagai wadah untuk menyatukan dan memperkuat suara negara-negara berkembang atau Global South dalam menentukan arah masa depan dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi terbuka KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026), yang mempertemukan para pemimpin negara anggota untuk membahas arah kerja sama ke depan.
“BRICS dapat menyatukan suara negara-negara Global South dan memperkuatnya ketika kita bersama-sama membentuk masa depan,” kata Prabowo.
Baca juga : Prabowo Di KTT BRICS: RI Kini Berubah Dari Pengimpor Jadi Pengekspor Pangan
Prabowo menggambarkan masa depan yang perlu dibangun bersama sebagai tatanan ketika ketangguhan suatu negara mampu melindungi pembangunan, inovasi membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, serta kerja sama menghasilkan manfaat konkret.
“Masa depan di mana ketangguhan mampu melindungi pembangunan, inovasi membuka lebih banyak peluang, kerja sama menghasilkan manfaat yang nyata, dan keberlanjutan memastikan kesejahteraan dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi yang akan datang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan komitmen Indonesia terhadap agenda tersebut tetap harus dijalankan dan perjuangan negara-negara berkembang tidak boleh berhenti setelah 2030.
Baca juga : Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Ingin Didikte Kekuatan Mana Pun
“Komitmen tersebut tetap harus kita pegang. Bahkan, upaya ini harus terus kita lanjutkan setelah 2030,” tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, Agenda 2030 sejak awal tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar batas waktu pencapaian target pembangunan. Agenda tersebut juga harus menjadi instrumen untuk mendorong negara-negara berkembang memperoleh posisi yang lebih setara dalam sistem global.
“Agenda ini pada dasarnya bertujuan membawa negara-negara berkembang lebih dekat ke posisi yang memang menjadi hak mereka, menghadirkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat, serta memberikan peran yang lebih besar kepada negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan dunia,” kata Prabowo.
Baca juga : Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
Prabowo berpandangan negara-negara Global South harus dilibatkan dalam pembahasan mengenai arah pembangunan dunia setelah 2030. Menurut dia, suara negara berkembang tidak hanya diperlukan untuk mempercepat pelaksanaan Agenda 2030, tetapi juga dalam merancang agenda global berikutnya.
“Karena itu, sangatlah masuk akal jika suara Global South harus didengar, bukan hanya dalam mempercepat pelaksanaan Agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah pembangunan setelahnya,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya