Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- Sunderland Vs Arsenal, The Gunners Siap Buru Kemenangan Keempat
- US Open 2026, Sabalenka Dihadang Rybakina
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah kegamangan akan keberlanjutan Makan Bergizi Gratis (MBG) karena masih ada siswa yang keracunan, Golkar ambil sikap tegas: lanjutkan program MBG. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini dinilai terbukti mendongkrak ekonomi rakyat.
Politikus Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Singgih Januratmoko mendukung penuh keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menegaskan, MBG tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga terbukti menjadi penggerak ekonomi rakyat.
"Keberlanjutan MBG dapat menciptakan pasar yang lebih pasti bagi produk peternakan rakyat, khususnya daging ayam dan telur," kata Singgih, Jumat (11/9/2026).
Baca juga : OSO: Anggaran Daerah Untuk Pembangunan & Kesejahteraan
Menurut Singgih, program MBG telah menciptakan ekosistem ekonomi yang sangat besar. Yaitu, mulai dari peternak ayam, peternak layer, UMKM, koperasi, distributor, hingga tenaga kerja di daerah.
"Peningkatan penyerapan produk ayam dan telur secara konsisten melalui MBG dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan," ujarnya.
Ketua DPD Partai Golkar DIY ini mengatakan, salah satu persoalan yang selama ini dihadapi peternak rakyat adalah fluktuasi harga ayam dan telur. Ketika produksi melimpah sementara daya serap pasar terbatas, harga di tingkat peternak dapat anjlok, bahkan berada di bawah biaya produksi.
Baca juga : BRI Gaspol Ekonomi Hijau Dan Ramah Lingkungan
"Sekarang, dengan adanya program MBG ini, peternak tidak terus-menerus berada dalam situasi harga yang jatuh ketika produksi sedang tinggi," katanya.
Singgih menekankan, manfaat ekonomi MBG akan semakin besar jika rantai pasoknya memberikan ruang yang memadai bagi peternak rakyat dan UMKM lokal. Karena itu, kata dia, Pemerintah perlu memastikan pengadaan bahan pangan untuk dapur MBG tidak hanya terkonsentrasi pada perusahaan besar.
"Harus ada desain agar bahan baku seperti telur dan ayam sebanyak mungkin bisa diserap dari peternak lokal," tegas Singgih.
Baca juga : Abu Vulkanik Susut, Jakarta Mulai Plong
Dia menilai, pola pengadaan berbasis wilayah dapat memberikan manfaat ganda. Selain memangkas rantai distribusi, pendekatan tersebut juga membuat perputaran uang dari program MBG lebih banyak tinggal di daerah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya