Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sebuah potongan video siaran langsung yang menampilkan seorang penari perempuan asal China viral di media sosial.
Pengunggah mengklaim, sang content creator dipaksa joget selama 6 jam nonstop sambil menangis demi mendapatkan saweran dari penonton.
Dalam unggahan di TikTok tersebut, wanita itu tampak terus menari. Raut wajahnya semakin lama semakin kelelahan dan emosional.
Baca juga : Sarwendah, Terharu Disawer Netizen
Video tersebut memicu perdebatan sengit mengenai batas etika tayangan live streaming berbasis hadiah virtual (virtual gifts).
“Hal yang bikin miris adalah kenyataan bahwa ada orang yang rela bayar demi melihat orang lain makin menderita,” kata seorang pengguna Reddit, mengutip Fashion Times, Selasa (8/9/2026).
Netizen lain menyamakan siaran langsung itu seperti cerita fiksi ilmiah yang menyeramkan. Manusia dikendalikan dan dieksploitasi oleh teknologi, serta uang penonton internet.
Baca juga : Hinca Pandjaitan: Live Streaming Bisa Timbulkan Salah Tafsir
Meski demikian, tak sedikit penonton yang meragukan klaim durasi nonstop tersebut. Beberapa warganet menduga, rekaman video sebenarnya diputar berulang (looped) dan aksi menangis tersebut hanyalah bagian dari akting untuk memancing emosi penonton.
“Dia berpura-pura kesakitan dan menangis karena hal itu membuat orang menyumbang lebih banyak,” tulis salah satu warganet di kolom komentar.
Hingga saat ini, belum ada verifikasi bahwa sang penari disiksa atau beraksi di luar kehendaknya. Namun, fenomena ini menyoroti industri siaran langsung di China (tuanbo). Ketahanan fisik dan drama emosional kerap dieksploitasi demi memaksimalkan pundi-pundi saweran dari penonton.
Baca juga : Bambang Rukminto: Jangan Dilarang, Baiknya Buatkan Juklak Dan Juknis
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 15 September 2026 dengan judul "Nangis Dipaksa Joget 6 Jam Demi Saweran"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya