Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
EducationUSA Fair 2026 Dipadati Ribuan Pengunjung
Kampus Di Amerika Buka Peluang Bagi Pelajar Indonesia
Rabu, 23 September 2026 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ribuan orang memadati acara EducationUSA Indonesia Fair 2026 yang diselenggarakan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Hotel Le Meridien, Jakarta, Minggu (20/9/2026). Pameran ini menghadirkan perwakilan dari 18 universitas dari Negeri Paman Sam, serta perwakilan dari Bagian Konsuler Kedutaan Besar AS di Jakarta dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedubes AS Joy Sakurai menekankan pentingnya sistem keamanan yang terjamin di lingkungan kampus untuk mendukung proses belajar mahasiswa.
“Kampus-kampus di Amerika menawarkan pengalaman belajar yang kaya bagi mahasiswa internasional,” kata Sakurai.
Saat ini, lebih dari 8.000 warga Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di universitas-universitas AS.
Baca juga : AS-Indonesia Perangi Kejahatan Lintas Negara
Menembus kampus impian tentu membutuhkan persiapan matang. Termasuk dalam urusan administrasi. Sakurai mengingatkan agar para calon pendaftar teliti saat mengurus visa pelajar.
Prosedurnya, ketika seorang siswa diterima di universitas AS, pihak universitas (international students office) akan menyiapkan dokumen resmi awal untuk pengurusan visa. Setelah menerima surat penerimaan resmi (official acceptance letter), siswa mengisi formulir visa tersebut dan membuat janji wawancara di Kedutaan Besar AS.
Saat hadir wawancara di kedutaan, pemohon tidak boleh membawa ponsel. Jadi, seluruh dokumen (seperti ijazah atau rapor asli) harus dibawa dalam bentuk cetak (hard copy).
“Jangan menunda hingga mendekati jadwal keberangkatan. Begitu mendapatkan dokumen resmi dari universitas, langsung buat jadwal wawancara. Proses pencetakan visa dan pengembalian paspor memerlukan waktu beberapa hari,” pesannya.
Baca juga : Tawa Dan Sorak Sorai Warnai Diplomasi Sepakbola Di GBK
Orang Indonesia sering kali memiliki nama panggilan atau alias. Untuk mencegah visa ditolak, Joy mengingatkan pemohon wajib mengisi seluruh informasi pada formulir sesuai dengan yang tertera di paspor.
“Gunakan nama resmi yang terdaftar sesuai paspor di setiap formulir. Termasuk saat membuat janji wawancara visa. Jika tidak, sering kali terjadi kekeliruan karena kami tidak dapat memverifikasi identitas Anda,” jelasnya.
Pameran ini disambut positif Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Ardi Findyartini. Lewat skema Beasiswa Garuda Sarjana, pihaknya berkomitmen menerbangkan anak-anak bangsa ke AS untuk mendalami ilmu-ilmu strategis.
“Kami mendukung siswa menempuh studi di bidang-bidang yang sesuai dengan prioritas nasional, seperti pangan, teknik dan maritim,” ungkap perempuan yang akrab disapa Titin itu.
Baca juga : Di Istiqlal, Basket Satukan Perbedaan
Tak hanya itu, kolaborasi ini juga membawa angin segar bagi dunia olahraga nasional. Kemendiktisaintek berencana membuka jalur khusus (stream) Beasiswa Garuda yang ditujukan bagi para atlet muda Indonesia.
Melalui jalur ini, para atlet diharapkan dapat menimba ilmu akademis yang berkualitas di perguruan tinggi. Mereka juga berkesempatan mengasah bakat atletiknya di ekosistem kompetisi mahasiswa AS yang tersohor.
“Pameran edukasi seperti StudyUSA Fair penting untuk memberikan informasi komprehensif kepada orang tua dan calon mahasiswa,” pungkasnya. [LDU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya