Dark/Light Mode

Restorasi Rumah Maestro Lukis Raden Saleh

Prancis-Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya Di Cikini

Jumat, 2 Oktober 2026 06:10 WIB
Dubes Prancis untuk Indonesia Fabien Penone (kedua kiri) dan Wamen Kebudayaan Giring Ganesha (kanan) saat meninjau proyek restorasi dan revitalisasi Rumah Raden Saleh di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id
Dubes Prancis untuk Indonesia Fabien Penone (kedua kiri) dan Wamen Kebudayaan Giring Ganesha (kanan) saat meninjau proyek restorasi dan revitalisasi Rumah Raden Saleh di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan Indonesia dan Prancis tak hanya dibangun lewat diplomasi politik dan ekonomi. Jejak panjang kedua negara juga dirawat melalui diplomasi kebudayaan. Salah satunya diwujudkan melalui restorasi dan revitalisasi Rumah Raden Saleh di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Fabien Penone meninjau langsung perkembangan proyek restorasi tersebut, Rabu (30/9/2026). Dia didampingi Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Pembina Yayasan Kesehatan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Miranda Goeltom, serta tim arsitek konservasi.

Rumah Raden Saleh dibangun pada abad ke-19. Bangunan yang berdiri sejak 1862 itu memadukan arsitektur Eropa dengan struktur bagian belakang bernuansa Jawa.

Kediaman sang maestro lukis itu menjadi saksi perjalanan panjang Raden Saleh Syarif Bustaman yang menghabiskan lebih dari dua dekade hidupnya di Eropa.

Prancis memiliki tempat khusus dalam perjalanan tersebut. Raden Saleh pernah bermukim dan berkarya di Prancis pada 1845 hingga 1848.

Menurut Dubes Penone, perjalanan Raden Saleh di Eropa menjadi salah satu bukti kuat hubungan kebudayaan Indonesia dan Prancis yang telah terjalin sejak lama.

Baca juga : Agnez Mo Bersanding Dengan Michael Jackson

“Beliau melukis bersama maestro-maestro Prancis pada masa itu. Bahkan, Raja Prancis Louis-Philippe membeli salah satu lukisannya. Ini menunjukkan betapa tingginya penghargaan atas karya Raden Saleh,” ungkap Dubes Penone.

Menurutnya, revitalisasi Rumah Raden Saleh dapat menjadi fondasi baru untuk memperkuat kerja sama kebudayaan kedua negara. Kerja sama tersebut sejalan dengan misi kebudayaan yang sebelumnya disepakati Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto.

Dubes Penone juga menyampaikan rencana kunjungan Presiden Lembaga Warisan Budaya Prancis (French Heritage agency) Marie Lavandier ke Indonesia.

“Presiden Lembaga Warisan Budaya Prancis akan segera berkunjung ke Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesian Heritage agency. Mulai dari pelestarian situs prasejarah hingga bangunan kontemporer,” ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah bagian bangunan yang tengah dipugar.

Arsitek Konservasi dari Wastu Adi Olahrupa Febe Liana menjelaskan detail arsitektur Rumah Raden Saleh. Menurutnya, karakter bangunan tersebut merefleksikan perjalanan hidup sang maestro yang berkelana antara Jawa dan Eropa.

Baca juga : Ada Fenomena “Downgrade” Gaya Hidup

Dalam proses konservasi, tim hanya mengembalikan elemen bangunan yang memiliki bukti sejarah yang valid.

“Dinding bata berusia 160 tahun ini kami perkuat dengan metode ferrocement, yakni dijahit dengan kawat baja tanpa mengubah bentuk aslinya,” jelas Febe.

Pemerintah Indonesia menyambut baik upaya restorasi tersebut. Giring Ganesha datang mewakili Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk meninjau langsung proyek tersebut. Dia mengapresiasi dukungan Kedutaan Besar Prancis terhadap pelestarian Rumah Raden Saleh.

“Pak Dubes Prancis kerjanya luar biasa cepat, gaspol. Dari Kementerian Kebudayaan, kami siap memberikan dukungan penuh terhadap apa pun yang dibutuhkan demi memajukan cagar budaya ini,” ujar Giring.

Menurut Giring, menghidupkan kembali Rumah Raden Saleh penting untuk menjaga koneksi generasi muda, khususnya Gen Z, dengan sejarah dan karya sang maestro.

Restorasi Rumah Raden Saleh didanai pada tahap awal oleh pihak swasta dan Yayasan Kesehatan PGI.

Baca juga : Tegur Anak Buah Bergaya Hidup Mewah, Qodari Kasih Contoh Pakai Jam Seiko

Miranda Goeltom mengatakan, proses restorasi ditargetkan rampung pada awal 2027. Dia berharap, rumah bersejarah tersebut tidak berhenti sebagai bangunan cagar budaya yang hanya bisa dilihat dari luar.

“Tantangannya bukan hanya merestorasi fisik, tetapi bagaimana memberi jiwa pada bangunan ini melalui narasi sejarah. Support moral dan kolaborasi seperti hari ini sangat berharga bagi kami,” tutur Miranda.

Setelah restorasi rampung, Rumah Raden Saleh direncanakan menjadi ruang publik kreatif. Bangunan bersejarah itu dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pameran, seni pertunjukan hingga diskusi sastra.

Dengan begitu, Rumah Raden Saleh diharapkan bukan hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga ruang yang terus menghidupkan kisah perjalanan sang maestro sekaligus jejak hubungan kebudayaan Indonesia dan Prancis di Jakarta. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 2 Oktober 2026 dengan judul "Restorasi Rumah Maestro Lukis Raden Saleh Prancis-Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya Di Cikini"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.