Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Atasi Makin Merosotnya Angka Kelahiran
Singapura Jodohkan PNS Lewat Aplikasi
Selasa, 6 Oktober 2026 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Singapura kembali turun tangan dalam urusan asmara warganya. Demi menekan angka kelahiran yang merosot ke rekor terendah, lembaga Teknologi Pemerintah (GovTech) meluncurkan FirstDate, sebuah platform pencari jodoh khusus bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) berusia 21 hingga 35 tahun.
Langkah ini diambil setelah tingkat kesuburan Singapura menyentuh angka 0,87 pada 2025. Negeri Singa mencatat, jumlah kelahiran kurang dari 30.000 bayi.
Inisiatif ini memicu beragam tanggapan dari kalangan PNS. Mulai dari rasa penasaran hingga skeptisisme.
Nur Aisyah (30) misalnya, seorang PNS yang menggunakan nama samaran. Dia mengaku mendaftar platform tersebut karena lelah menggunakan aplikasi kencan komersial.
“Mentalitas saya lebih ke ‘kenapa tidak?’ Bakal jadi cerita yang lucu kalau memang ada hasil dari sini,” ujar Nur Aisyah kepada Al Jazeera.
Baca juga : Wamen Christina Sambut Baik Komitmen Singapura Lindungi Pekerja Migran
Meski terbuka untuk memiliki anak, Nur mengaku ragu membayangkan membesarkan anak di Singapura. Sebab, tingginya biaya hunian dan pengasuhan.
“Saya merasa sedikit pesimistis tentang masa depan secara keseluruhan,” tuturnya.
Tidak sedikit PNS yang enggan memanfaatkan layanan ini. Jamie, yang berdinas di bidang pendidikan, memilih tidak mendaftar karena ragu terhadap efektivitas dan privasi data platform tersebut.
“Menurut saya ini cukup menggelikan (cringe). Rasanya seperti ada orang yang berusaha terlalu keras. Keterampilan sosial kita sudah menyusut. Saya sangat lelah setelah bekerja dan hanya ingin pulang lalu berbaring,” ungkap Jamie.
Pakar sosiologi dari Institute of Policy Studies Singapura Tan Ern Ser menilai, keterlibatan negara dalam urusan pribadi seperti ini bukanlah hal baru di Singapura.
Baca juga : Indonesia Tekuk Singapura 2-0 di Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup
“Kita memiliki Pemerintah yang sangat intervensionis, bahkan dalam ranah pribadi seperti cinta dan pernikahan,” kata Tan Ern Ser.
Senada dengan Tan, Associate Professor psikologi dari Singapore Institute of Technology Jean Liu menjelaskan, FirstDate menawarkan pendekatan yang berbeda dari aplikasi kencan pada umumnya.
“Ini pendekatan yang sangat berbeda dari kebanyakan aplikasi kencan. Ini lebih mirip dengan perjodohan luring, proses geser profil tanpa akhir digantikan oleh satu jodoh yang dipasangkan,” jelas Jean Liu.
Namun, kritik tajam juga berdatangan terkait pola pikir pragmatis dalam hubungan asmara di Singapura. Teo Kai Xiang, kandidat PhD dan mantan jurnalis Straits Times menilai, pendekatan berbasis algoritma ini mencerminkan pandangan hubungan yang terlalu mekanis.
“Kenyataannya, kita tidak benar-benar tahu apa yang membuat cinta berhasil hingga bisa dirumuskan dan diterapkan pada skala masyarakat. Cinta itu terlalu rumit, terlalu kompleks, terlalu idiosinkratik dan terlalu manusiawi,” tegas Teo Kai Xiang.
Baca juga : Singapura Vs Indonesia, Garuda Buru 3 Poin
Singapura bukan satu-satunya wilayah di Asia yang meluncurkan program perjodohan resmi. Pemerintah Metropolitan Tokyo, Jepang, telah meluncurkan aplikasi kencan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Tokyo Enmusubi pada 2024.
Sementara, Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, rutin menggelar acara kencan massal Seoulting di berbagai ikon kota. [LDU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya