Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
60 Tahun Hubungan Diplomatik, RI-Singapura Siapkan Kemitraan Lebih Nendang
Kamis, 20 Agustus 2026 19:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Singapura di Jakarta mengadakan resepsi Hari Nasional Singapura yang ke-61 di Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu (19/8/2026). Duta Besar (Dubes) Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng menyambut kedatangan sejumlah tamu dari kalangan petinggi di Tanah Air.
Dikutip dari keterangan tertulis Kedubes Singapura, Kamis (20/8/2026), tamu kehormatan yang menghadiri resepsi tersebut antara lain mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Boediono; Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Baktiar Najamudin; Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan; Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno; Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani; Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan; serta para anggota Kabinet Merah Putih dan sejumlah kepala daerah.

Hadir sebagai tamu kehormatan, Menteri Investasi dan Hilirisasi serta CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.
Pada pidatonya, Rosan mengatakan, bagi Indonesia, Singapura lebih dari sekadar negara tetangga. Kedua negara terhubung oleh letak geografis, sejarah, budaya, dan masyarakat. Keterikatan tersebut terus membentuk persahabatan erat yang dinikmati saat ini.
Sebagai negara pendiri ASEAN, Indonesia dan Singapura telah bekerja bahu-membahu untuk memperkuat perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan. Kerja sama ekonomi tetap menjadi salah satu pilar terkuat dalam hubungan kedua negara.
Baca juga : DPR: Proyek Molis Nasional Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi
Singapura terus menjadi sumber investasi asing langsung terbesar bagi Indonesia. Perjalanan luar biasa Singapura selama enam dekade terakhir merupakan kisah tentang ketangguhan, inovasi, dan pembangunan bangsa.
Saat ini, lanjutnya, Singapura berdiri sebagai pusat global terkemuka untuk perdagangan, keuangan, teknologi, dan inovasi, sembari terus berkontribusi pada perdamaian dan kemakmuran kawasan.
“Kini, kerja sama kita telah melampaui investasi tradisional. Kita bekerja sama dalam industri hilirisasi, energi terbarukan, infrastruktur digital, konektivitas, jasa keuangan, dan pengembangan sumber daya manusia. Hasil dari Pertemuan Pemimpin (Leaders’ Retreat) Indonesia-Singapura baru-baru ini semakin menunjukkan komitmen bersama kita untuk mengubah peluang menjadi proyek nyata dan manfaat konkret bagi masyarakat kedua negara,” sebut Rosan.
Pada saat yang sama, lanjutnya, ekonomi global sedang memasuki era baru. Dunia semakin berfokus pada ketahanan rantai pasok, ketahanan energi, inovasi teknologi, infrastruktur digital, dan pertumbuhan berkelanjutan.
"Negara-negara yang mampu menghadirkan stabilitas, kemitraan tepercaya, dan peluang investasi jangka panjang akan berada pada posisi terbaik untuk meraih keberhasilan di tengah lanskap yang terus berubah ini,” imbuh Rosan.
Baca juga : 75% Sampah Berakhir di TPA, Guru Besar UGM Dorong Teknologi Waste-to-Energy
Tidak lupa Rosan menambahkan bahwa Indonesia dan Singapura adalah mitra alami. Indonesia menawarkan peluang besar dalam pengembangan industri, hilirisasi, energi terbarukan, infrastruktur digital, dan ekonomi kecerdasan buatan (AI) masa depan. Singapura membawa keahlian kelas dunia di bidang keuangan, teknologi, inovasi, dan konektivitas internasional.
Bersama-sama, kedua negara dapat membangun kemitraan yang tidak hanya saling menguntungkan, tetapi juga berkontribusi pada daya saing dan ketahanan jangka panjang ASEAN.
“Tahun depan (2027), kedua negara kita akan merayakan tonggak sejarah penting: 60 tahun hubungan diplomatik di bawah naungan RISING 60. Ini adalah kesempatan untuk merefleksikan perjalanan panjang yang telah kita lalui, sekaligus menatap masa depan yang lebih kuat,” tambahnya.
Dia pun mendoakan, agar Singapura terus maju dan berkembang.
"Semoga persahabatan antara Indonesia dan Singapura terus terjalin erat dan semakin berkembang. Dan semoga kemitraan kita terus menghadirkan kemakmuran yang lebih besar bagi rakyat kita,” pungkas Rosan.
Baca juga : Pertamina NRE dan METI Perkuat Ekosistem Energi Terbarukan di Sulawesi Utara
Salah satu sorotan utama malam itu adalah penayangan video yang menampilkan cuplikan dari Pertemuan Pemimpin Singapura-Indonesia pada 6 Juli 2026.
Video tersebut menyoroti komitmen bersama Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Lawrence Wong untuk mempererat hubungan Singapura-Indonesia, serta bagaimana komitmen tersebut telah diwujudkan dalam kerja sama konkret antara kedua negara.
Video tersebut juga menyoroti tahun 2027 mendatang, saat Singapura dan Indonesia akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik.
“Tonggak sejarah ini akan menjadi kesempatan untuk merayakan persahabatan jangka panjang antara kedua negara dan menentukan arah bagi fase hubungan bilateral selanjutnya,” sebut pernyataan Kedubes Singapura.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya